"Kaget aja pas mau kasih pakan ikan yang ada didalam keramba tiba-tiba melihat seekor buaya berjemur pinggir kolam. Sempat melempar jaring sebagai perangkap namun buayanya masuk lagi kedalam air," sebut Sandi salah seorang saksi mata.
Diakui, saat menyaksikan buaya secara langsung pihaknya langsung menghubungi tim rescue untuk meminta bantuan agar tidak berkeliaran kemana-mana. "Kalau di kolam baru kali ini melihatnya. Dulunya sempat juga warga melihat di dekat barakan belakang disekitar sini. Mudah-mudahan tidak ada lagi," harapnya.
Selanjutnya, tim rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kutim, anggota Basarnas beserta warga turut membantu dalam proses evakuasi. "Setelah mendapat laporan warga tim langsung melakukan peninjuan di lokasi untuk memastikan keberadaan hewan reptil tersebut di kolam tersebut. Jadi sebelum ditangkap terlebih dahulu kami kuras air kolam agar memudahkan proses evakuasi," ujar Saudin selaku koordinator lapangan.
Dengan menggunakan tiga mesin pompa air sehingga kurang lebih dua jam proses pengurasan selesai dan tim melakukan evakuasi. "Tidak kendala cuma proses pengurangan saja yang membutuhkan waktu lama karena debit airnya cukup banyak. Memang harus di kuras hingga kering karena dasar kolam berlumpur sehingga buaya bersembunyi hingga ke dasar kolam," paparnya saat ditemui dilokasi kejadian.
Pihaknya mengimbau agar warga sekitar tetap waspada dengan tidak membiarkan anak-anak bermain atau mandi di kolam. Mengingat habitat buaya sudah sering masuk ke wilayah permukiman.
"Kami sering terima laporan di beberapa lokasi permukiman sekitar adanya penampaka seekor buaya seperti sekitar Jalan Dayung dan sekitar folder. Makanya karena bisa saja ini bukan satu-satunya hingga tetap waspada dengan mengontrol anak-anaknya saat bermain," tekan Saudin.
Rencananya buaya hasil evakuasi tersebut akan diserahkan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim melalui Balai Taman Nasional Kutai (TNK). Mengingat di Kutim belum ada tempat penangkaran buaya secara khusus.[]
Penulis: Zulhamri
Editor : Rusdi