Dalam kesempatan tersebut, orang tua angkat telah menceritakan bahwa penyakit yang diderita anaknya bukan bawaan sejak lahir melainkan saat memasuki usia sembilan bulan tepatnya setelah diimunisasi.
"Usai diimunisasi ada gejala sakit mulai dirasakan, mengalami demam tinggi hingga kondisinya terus memburuk," sebut Suparmi saat dikunjungi pada Kamis lalu (11/3/2021).
Diperlakukan selayaknya anak kandung dengan penuh kasih sayang Suparmi setiap hari merawat Rahmad yang hanya bisa terbaring di kasurnya. Bahkan tak ada kata lelah maupun putus asa atas apa yang dilakukan selama ini saat mengisahkan bagaimana dirinya selama ini merawat Rahmad.
“Sudah sering dibawa untuk berobat. Termasuk pengobatan alternatif di luar medis namun tetap kondisinya tak seperti yang diharapkan," paparnya. Suparmi mengaku kian tahun berat badan Rahmat menumbuh namun tak seperti orang normal pada umumnya. Makanya untuk saat ini tetap melakukan perawatan seperti menyuap saat makan dan minum.
"Perlakuan memang tak bisa seperti sejak kecil lagi. Karena sudah tidak sanggup menggendongnya. Karena ukuran badannya sekarang semakin tinggi,” ucapnya. Disinggung terkait perhatian pemerintah selama ini ia mengaku memang ada bantuan dari Dinsos Kutim yang pernah diterimanya yakni bantuan berupa kursi roda.
“Ya memang pernah ada bantuan dari pemerintah. Kalau gak salah sekali ada memberikan bantuan berupa kursi roda,” ungkapnya. Tak bisa dipungkiri kondisi yang dialami selama ini memang butuh uluran semua kalangan termasuk pemerintah daerah.
Sebab pihaknya mengaku tak menutup diri ketika ada sukarelawan yang ingin membantu meringankan biaya pengobatan kepada Rahmat. "Segala keperluan Rahmat kami harus penuhi sebab tak mampu bicara dengan baik. Kami berikan kasih atas bantuan selama ini yang telah diberikan. Kau sangat bersyukur," tandasnya.
Sebelumnya, turut prihatin atas kondisi Rahmat. Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) mewujudkan kepedulian sosial. Dengan mengumpulkan dana dari sumbangan masing-masing anggota pengurus maka sumbangan disampaikan kepada Rahmad Hadi.
"Bahkan hasil sumbangan dari para pengurus AJKT secara keseluruhan terdapat Rp 2 juta rupiah. Bantuan hanya diberikan dalam bentuk uang tunai," sambung ketua AJKT, Sukriadi.
Penulis : Zulhamri
Editor : Bambang Irawan