Aming (25) seorang saksi mata mengatakan bahwa seorang pengendara beserta anaknya menjadi korban insiden tersebut. Ketika kendaraan tercebur saat berada diatas ponton ia tumpangai menyeberang.
Menurutnya, kendaraan berjenis Honda Vario tersebut terjun bebas ke sungai akibat tak sengaja sang anak menarik gas motor tersebut saat sang bapak tengah menjawab panggilan di ponsel pribadinya.
"Beruntung tidak terbawa arus, dan berhasil kembali naik ke dermaga. Ngakunya motor sudah keadaan off tapi pas terima telpon anaknya mainin gasnya langsung kejebur," beber Aming. Sepeda motor yang sempat tenggelam di dasar sungai, dengan bantuan beberapa warga, berhasil dievakuasi dan diangkat ke permukaan.
Saat kejadian tim Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim telah meninjau lokasi kejadian. Harapan dengan menjinaju langsung guna mengecek keamanan kapal termasuk kondisi dermaga sebagaimana sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah dianjurkan pihaknya.
"Jadi kami bakal perketat pengawasan penyeberangan tradisional. Mengingat banyaknya insiden yang terjadi di penyeberangan tersebut," sebut Kasi Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Dishub Kutim, Soleram Irang saat ditemui, Senin (22/2/2021).
Pihaknya meminta setelah kejadian ini agar pengawasan harus diperketat dengan membatasi jumlah kendaraan dan orang saat melakukan penyebrangan. "Maksimal lima motor dan sepuluh orang saja batasnya. Kemudian memakai tali pengamanan. Kamijiga sudah sering sosialisasi kepada seluruh pengusaha penyeberangan dan penumpang. Akan menjadi evaluasi kedepan dan memperketat lagi," tandasnya.[]
Penulis: */Zulhamri
Editor : Rusdi
Tonton Videonya: