Program gerdabangagri untuk pengembangan pertanian pada kegiatan usaha subsektor perkebunan kelapa sawit. Program ini dilakukan sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah.
Sehingga banyak orang beranggapan kenapa harus mengembangkan sektor pertanian khususnya subsektor perkebunan yang belum jelas potensi dan keuntungannya. Sebab, masyarakat hanya melihat keuntungan saat itu saja dengan sumber daya alam berlimpah.
Juru Bicara (Jubir) Paslon nomor urut 2 menyongsong gerdabangagri Jilid II, Bachmid Wijaya mengatakan bahwa SDA yang dimiliki dan terus dieksploitasi itu berkurang bahkan akan habis. Itulah yang mendasari konsep gerdabangagri.
"Agar disaat batu bara dan migas mulai habis, ekonomi kita tetap hidup dan tumbuh melalui sektor lain yakni pertanian,” sebutnya.
Ia menyebutkan AFI-UCE akan fokus melanjutkan program yang pernah digagas Bupati Kutim sebelumnya, Awang Faroek Ishak. Program tersebut bertajuk Gerakan Daerah Pengembangan Agribisnis (Gerdabangagri).
Program itu mengubah arah kebijakan pembangunan ekonomi dari yang bersandar pada pendapatan sektor pertambangan ke sektor agrobisnis. Ini adalah konsep dan strategi pembangunan yang secara gradual diharapkan mampu mengalihkan ketergantungan ekonomi di Kutim.
"Karena dari sektor pertambangan yang tidak bisa menghidupi masyarakat dan pemerintah dalam jangka panjang. Makanya harus beralih dalam pembangunan ekonomi berbasis agrobisnis. Maka pasangan AFI-UCE yang paling tepat untuk melanjutkan," sebutnya.
Diakui, Awang Ferdian banyak belajar dari sosok Ayahnya Pak Awang Faroek apalagi berpasangan dengan Pak Uce yang sudah berpengalaman duduk di kursi dewan yang sudah banyak menyampaikan aspirasi masyarakat.
"Daerah Kutim sektor bidang pertanian dan perkebunan juga jadi urat nadi maka hal itu harus diangkat. Tentu juga pembenahan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian penting guna memudahkan akses bagi petani mengeluarkan hasil panen," tutupnya.
Penulis: */Zulhamri
Editor : Bambang Irawan