Dari riwayat kontak tracingnya, yang bersangkutan tercatat merupakan kontak erat dengan kasus positif Covid-19 dengan kode KTM 241. Dari catatan Dinas Kesehatan Kaltim, KTM 241 merupakan salah seorang ASN di Bappeda Kutim, yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada pertengahan September 2020.
KTM 241, terpapar Covid-19 karena melakukan perjalanan keluar daerah. Temuan kasus KTM 241, bahkan harus membuat Bappeda Kutim melakukan Rapid Tes massal, hingga menutup operasional kantor dan menggantinya dengan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah, pada 15 hingga 18 September 2020.
Belum diketahui pasti, kapan dan dimana Edward dan ASN dengan kode KTM 241 melakukan kontak. Namun, dari keterangan Bahrani, Edward mengalami demam dan batuk berdahak selama 3 hari, sejak 23 September 2020. Sehingga pada pada tangal 28 September melakukan pemeriksaan swab test mandiri di UPTD Labkes Prov Kaltim. Hasil swab keluar dan dinyatakan positif Covid-19.
"Gejala lain yang diderita pasien thorax pneumonia sehinga dibawa ke Puskesmas Mangkurawang kemudian di rujuk ke RSUD Parikesit Tenggarong hingga tutup usia," jelas Bahrani, Selasa (10/11/2020) siang. Dikonfirmasi terpisah, Pjs Bupati Kutim Moh Jauhar Efendi mengucapkan turut berbelasungkawa. Ia mengenal almarhum seorang yang pintar dan rapi dalam persoalan administrasi.
"Semoga keluarga yang ditinggalkan lebih bersabar menerima cobaan ini dan dapat meneruskan perjuangan almarhum. Kami mengenal almarhum salah seorang pejabat ASN Kutim dengan kemampuan akademisi mumpuni di bidangnya," ungkap Jauhar.
Penulis: Zulhamri
Editor : Rusdi