Saat memberikan arahan, Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang menyambut baik adanya program subsidi dari APBN melalui Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) bekerja sama dengan PDAM TTBK.
"Tentu dengan bantuan subsisi dapat meringankan pelanggan sebab, biaya pemasangan bisa separuh harga pemasangan pelanggan nomal” paparnya.
Dikatakan program ini sangat dimanfaatkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan dasar yakni air bersih sesuai visi-misi Pemkab Kutim.
“Program MBR ini sangat membantu meringankan beban penyediaan air bersih bagi masyarakat,” tegasnya.
Hal senada, Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur (PDAM TTBKT) Suparjan menegaskan kembali bahwa sambungan mencapai 99 KK tersebar di tiga Desa tersebut.
Diakui, jumlah sambungan di Desa Masalap Raya sebanyak 42 KK, kemudian di Desa Mukti sebanyak 47 KK, dan Rantau Makmur sebanyak 10 KK.
"Mereka sudah menjadi pelanggan dan terlayani sambungan air bersih,” imbuhnya.
Lebih lanjut Suparjan mengatakan untuk kapasitas IPA mencapai 5 liter/detik dan kapasitas realisasi 4,64 liter/detik serta kapasitas menganggur 0,36 liter/detik.
“Jadi hingga Agustus ini, cakupan wilayah teknis mencapai 69,87 persen dan wilayah administrasi 27,65 persen,” tutupnya.[]
Penulis: Zulhamri
Editor : Rusdi