Danlanal Sangatta, Letkol Laut (P), Osben A Naibaho membeberkan penangkapan tujuh nelayan asal Balikpapan tersebut berkat informasi dari masyarakat.
Pihaknya mendapat informasi tentang kegiatan penangkapan ikan menggunakan bom di perairan Teluk Bakung Desa Manubar, pada Jumat lalu (14/8/2020).
"Tim gabungan dari Posmat TNI AL Manubar dan Pos Polair Manubar langsung melakukan patroli di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menggunakan kapal milik nelayan agar tidak mengundang kecurigaan para pelaku," sebutnya.
Saat didekati, kapal sempat menjauh hingga akhirnya dikeluarkan tembakan peringatan sebanyak dua kali. Barulah kapal tersebut berhenti.
Tim lalu melakukan pemeriksaan di kapal tersebut dan ditemukan beberapa barang bukti yakni sisa bubuk peledak, korek api batang, beberapa botol minuman berenergi yang diisi bubuk peledak, selang panjang, kaki katak, kacamata menyelam dan alat penghirup udara.
"Barang bukti ikan hasil tangkapan di dalam dua unit palka, hasil tangkapan dari mengebom ikan sekitar 1,5 ton. Ikan yang diambil adalah ikan biji nangka,” sebutnya.
Para tersangka diamankan di Makolanal Sangatta untuk diproses lebih lanjut ke Ditpolair Polda Kaltim di Balikpapan. Juga akan dilakukan pengembangan terhadap empat kapal yang ada di lokasi kejadian.
Jumadi, pemilik kapal KMN Ridho, menuturkan dirinya bersama rombongan mencari ikan beserta enam ABK. Mereka berlayar ke perairan Kutim bersama empat kapal lainnya.
“Kami bukan sendirian, ada lima kapal rombongan dari Balikpapan. Empat kapal pembom dan satu kapal pemancing. Kami dapat serbuk bom dari teman nelayan di laut saat berlayar di sekitar perairan Selat Makasar,” beber Jumadi.
Dia mengaku terpaksa memakai bom agar memdapatkan hasil tangkapan banyak. Sebab, kapal yang digunakan masih baru dan harus dilunasi pembeliannya.
"Kapalnya masih kredit. Jadi berupaya keras untuk mencari ikan sebanyak-banyaknya agar cepat lunas,” ujarnya.
Petugas Lanal Manubar-Polair Manubar, saat tiba di TKP, menemukan para tersangka baru saja melakukan pengeboman. Ikan-ikan di sekitar tampak mulai mengapung di permukaan.
Penulis: Zulhamri
Editor: M.Huldi