"Alhamdulillah jumlah hewan kurban yang di potong di RPH sudah mencapai 45 ekor sapi dan 2 ekor kambing dari lima masjid di Sangatta sudah kami koordinasi dan kami fasilitasi," kata Abdi.
Pemotongan sejumlah hewan kurban tentunya mengikuti anjuran pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan terkait penerapan protokol kesehatan. Hal itu supaya tidak terjadi penyebaran wabah Covid-19 dan mengantispasi adanya timbul klaster baru.
"Karena itu pemotongan di RPH Ruminansia untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menghadapi kesiapsiagaan para petugas dalam bekerja," sebutnya.
Semua petugas pemotongan sudah mengikuti rapid test dan dalam penanganan daging kurban di awasi langsung oleh dokter hewan. Sebelumnya memang pihaknya telah menyarankan saat hari H pemotongan hewan kurban dalam kondisi pandemi saat ini mengisyaratkan agar dilakukan di RPH. Disamping menghemat tenaga juga menghindari kerumuman orang banyak yang di khawatirkan terjadi penyebaran wabah Covid-19.
"Kami melayani secara gratis untuk pemotongan hewan kurban tidak ada biaya retribusi dalam bentuk apapun. Kami siapkan enam penjagal untuk melakukan pemotongan hewan kurban sesuai kebutuhan maupun permintaan ," papar Abdi.
Ririn Meiyani seorang dokter hewan bertugas pemeriksaan kesehatan hewan menuturkan bahwa secara keseluruhan semua hewan kurban yang telah di potong semuanya sehat dan layak di konsumsi.
"Pengecekan yang di perioritaskan organ dalam seperti hati, limpah dan paru-paru. Karena secara bersamaan jadi pemeriksaan di tirik beratkan pada tiga organ dalamnya," sebut Ririn.
Pemeriksaan dilakukan secara bertahap baik sebelum penyembelihan maupun sesudah penyembelihan. Sebab ada beberapa penyakit sulit dideteksi sebelum penyembelihan. “Kami pemeriksaan dilakukan secara bertahap mulai bagian luar (post mortem) selanjutnya bagian dalam (Ante Mortem). Setelah selesai pemeriksaan fisik maka hewan kurban diberi label sehat," jelas Ririn. (*)
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur