"Bapak Deviya bersama lima temannya sedang menggarap lahan dan pada siang hari istirahat di pondok tersebut sambil makan siang. Selepas makan Deviya ditawari minum obat karena baru saja menjalani perawatan di Puskesmas," ujar Rudi saat di konfirmasi korankaltim.com, Kamis (23/7/2020) siang tadi.
Namun tawaran tersebut ditolak Deviya dan menangis sambil turun ke pondok itu. Waktu itu ibu Deviya mengira putrinya menyusul ke tempat kerja ayahnya yang tak jauh dari pondok itu. "Ibu Deviya curiga setelah anaknya tak ada suara, setelah menyusui adik Deviya ibunya langsung menyusul memastikan anaknya benar-benar menemui ayahnya namun ternyata putrinya itu menghilang tidak menemui ayahnya," kata Rudi lagi.
Warga pun langsung ramai-ramai mencari keberadaan Deviya mengunakan 50 perahu dan dua kapal CPO milik masyarakat.
"Masyarakat turut melakukan pemcarian kurang lebih 500 orang. Pencarian menyusuri sungai Muara Haloq sampai ke Batu Ampar. Saat pemcarian fokus di daratan," paparnya.
Sebelumnya, Babinsa Marah Haloq Kecamatan Telen Sertu Harianto memberikan arahan kepada masyarakat sebelum melanjutkan pencarian korban diduga tenggelam yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu. Lantas hingga saat ini pencarian terus berlanjut, bersama kepolisian setempat dan sejumlah masyarakat.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat dalam pencarian korban agar tetap harus mengutamakan faktor keamanan terlebih dahulu. “Harus menyiapkan sarana dan prasarana yang dimungkinkan untuk digunakan dalam pencarian," sebut Rudi. (*)
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur