"Kegiatan ini melibatkan Puskesmas Mangkurawang, menyasar warga setempat untuk mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan, khususnya pasca kondisi cuaca dan udara yang kurang sehat akibat kemarau panjang dan asap karhutla dalam empat bulan terakhir," kata Lurah Baru Tenggarong Bayu Ramanda Baninugraha kepada Korankaltim.com.
Pemeriksaan melibatkan Puskesmas Mangkurawang, menghadirkan layanan yang lebih komprehensif dibandingkan hari-hari sebelumnya. Selain pemeriksaan kesehatan umum seperti pengukuran berat badan, gula darah, kolesterol, dan tensi darah, warga juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan rontgen secara gratis. "Target kegiatan ini tracking TBC, tapi mengingat kondisi udara dalam empat bulan terakhir yang kurang sehat selama kemarau, kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh," jelas Bayu.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WITA. Didampingi oleh Ketua RT 18 serta unsur Ketua Kelompok Masyarakat (KSM) setempat, jumlah warga yang hadir mengisi daftar absensi hingga pukul 10.00 WITA telah mendekati angka 103 orang. Pihaknya optimistis jumlah kunjungan dapat melampaui target harian rata-rata 100 hingga 120 orang, mengingat layanan masih dibuka hingga pukul 12.00 WITA siang tadi.
Bagi warga yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan, termasuk potensi paparan TBC maupun Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat tebalnya asap kemarau, pihak Kelurahan Baru langsung mengambil langkah penindakan medis di tempat serta penyiapan obat-obatan yang ditanggung sepenuhnya oleh puskesmas.
Warga Kelurahan Baru yang belum sempat hadir diminta untuk segera memanfaatkan waktu tersisa dengan mendatangi Balai Pertemuan Umum di Jalan Aljawahir. "Warga cukup membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini sebagai langkah preventif menjaga kesehatan pasca musim kemarau," papar Bayu.
Hasil pemeriksaan kesehatan ini akan keluar dan disampaikan oleh Puskesmas usai layanan ditutup. "Untuk hasil pemeriksaan masih menunggu, kalau ada warga kami yang terindikasi atau yang sudah terkena ISPA dan lainnya maka akan ditindak lanjuti penanganan selanjutnya," pungkas Bayu.
Editor: Aspian Nur
"Kegiatan ini melibatkan Puskesmas Mangkurawang, menyasar warga setempat untuk mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan, khususnya pasca kondisi cuaca dan udara yang kurang sehat akibat kemarau panjang dan asap karhutla dalam empat bulan terakhir," kata Lurah Baru Tenggarong Bayu Ramanda Baninugraha kepada Korankaltim.com.
Pemeriksaan melibatkan Puskesmas Mangkurawang, menghadirkan layanan yang lebih komprehensif dibandingkan hari-hari sebelumnya. Selain pemeriksaan kesehatan umum seperti pengukuran berat badan, gula darah, kolesterol, dan tensi darah, warga juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan rontgen secara gratis. "Target kegiatan ini tracking TBC, tapi mengingat kondisi udara dalam empat bulan terakhir yang kurang sehat selama kemarau, kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh," jelas Bayu.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WITA. Didampingi oleh Ketua RT 18 serta unsur Ketua Kelompok Masyarakat (KSM) setempat, jumlah warga yang hadir mengisi daftar absensi hingga pukul 10.00 WITA telah mendekati angka 103 orang. Pihaknya optimistis jumlah kunjungan dapat melampaui target harian rata-rata 100 hingga 120 orang, mengingat layanan masih dibuka hingga pukul 12.00 WITA siang tadi.
Bagi warga yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan, termasuk potensi paparan TBC maupun Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat tebalnya asap kemarau, pihak Kelurahan Baru langsung mengambil langkah penindakan medis di tempat serta penyiapan obat-obatan yang ditanggung sepenuhnya oleh puskesmas.
Warga Kelurahan Baru yang belum sempat hadir diminta untuk segera memanfaatkan waktu tersisa dengan mendatangi Balai Pertemuan Umum di Jalan Aljawahir. "Warga cukup membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini sebagai langkah preventif menjaga kesehatan pasca musim kemarau," papar Bayu.
Hasil pemeriksaan kesehatan ini akan keluar dan disampaikan oleh Puskesmas usai layanan ditutup. "Untuk hasil pemeriksaan masih menunggu, kalau ada warga kami yang terindikasi atau yang sudah terkena ISPA dan lainnya maka akan ditindak lanjuti penanganan selanjutnya," pungkas Bayu.
Editor: Aspian Nur