Bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas peserta didik, orangtua atau wali murid, guru, serta karyawan Mudisat yang bersama-sama mengulurkan tangan untuk membantu saudara-saudara mereka yang tengah menghadapi musibah.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Tenggarong Suprianto megapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh keluarga besar sekolah yang telah berpartisipasi melalui infak, doa dan kepedulian nyata.
Gerakan Mudisat Peduli bukan sekadar mengumpulkan bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik agar terbiasa menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi sejak dini.
“Melalui Mudisat Peduli, kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai penting yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ada saudara kita yang tertimpa musibah, sudah sepatutnya kita hadir, saling menguatkan, dan membantu sesuai kemampuan,” kata Anto, sapaan akrab Suprianto kepada korankaltim.com, Sabtu (17/10/2026).
Bantuan yang terkumpul disalurkan kepada lima wali murid SD Muhammadiyah 1 Tenggarong yang terdampak, serta warga korban kebakaran di Kelurahan Melayu dan Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong.
Penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban sekaligus menjadi penyemangat untuk menata kembali kehidupan setelah musibah.
Anto juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, dukungan sekecil apa pun akan berarti bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit, terlebih ketika kepedulian dilakukan secara bersama-sama.
Gerakan ini sekaligus membuktikan lingkungan sekolah memiliki peran lebih luas, tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dalam membangun kepekaan sosial dan membiasakan aksi nyata untuk masyarakat.
“Keluarga besar Mudisat menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta didik, ayah bunda atau wali murid, guru, dan karyawan yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu para korban,” sebutnya.
“Melalui semangat Mudisat Peduli, Hadir untuk Berbagi, SD Muhammadiyah 1 Tenggarong berharap nilai gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh, karena sekecil apa pun kebaikan dapat membawa arti besar bagi mereka yang membutuhkan,” ucap Anto.
Editor: Aspian Nur
Bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas peserta didik, orangtua atau wali murid, guru, serta karyawan Mudisat yang bersama-sama mengulurkan tangan untuk membantu saudara-saudara mereka yang tengah menghadapi musibah.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Tenggarong Suprianto megapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh keluarga besar sekolah yang telah berpartisipasi melalui infak, doa dan kepedulian nyata.
Gerakan Mudisat Peduli bukan sekadar mengumpulkan bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik agar terbiasa menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi sejak dini.
“Melalui Mudisat Peduli, kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai penting yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ada saudara kita yang tertimpa musibah, sudah sepatutnya kita hadir, saling menguatkan, dan membantu sesuai kemampuan,” kata Anto, sapaan akrab Suprianto kepada korankaltim.com, Sabtu (17/10/2026).
Bantuan yang terkumpul disalurkan kepada lima wali murid SD Muhammadiyah 1 Tenggarong yang terdampak, serta warga korban kebakaran di Kelurahan Melayu dan Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong.
Penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban sekaligus menjadi penyemangat untuk menata kembali kehidupan setelah musibah.
Anto juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, dukungan sekecil apa pun akan berarti bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit, terlebih ketika kepedulian dilakukan secara bersama-sama.
Gerakan ini sekaligus membuktikan lingkungan sekolah memiliki peran lebih luas, tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dalam membangun kepekaan sosial dan membiasakan aksi nyata untuk masyarakat.
“Keluarga besar Mudisat menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta didik, ayah bunda atau wali murid, guru, dan karyawan yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu para korban,” sebutnya.
“Melalui semangat Mudisat Peduli, Hadir untuk Berbagi, SD Muhammadiyah 1 Tenggarong berharap nilai gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh, karena sekecil apa pun kebaikan dapat membawa arti besar bagi mereka yang membutuhkan,” ucap Anto.
Editor: Aspian Nur