Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Jalan Trans Kaltim, Desa Kota Bangun 1 (SP1), Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Kamis (15/10/2026).
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Jalan Trans Kaltim, Desa Kota Bangun 1 (SP1), Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Kamis (15/10/2026).
Dalam penanganannya, petugas Pos Damkar Kota Bangun Darat bersama tim gabungan bertarung sekitar 10 jam dan menembus jurang curam untuk menjangkau titik api.
Kadis Damkar Matan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan di bawah terik matahari dan kepulan asap membumbung tinggi, tim bergulat dengan kobaran api yang melalap sekitar satu hektare lahan.
Keterbatasan air menjadi kendala utama dalam pemadaman. Namun, berkat bahu-membahu bersama jajaran Polsek Kota Bangun Darat dan warga yang merangsek ke titik api, amukan si jago merah berhasil diredam sementara pada pukul 15.44 WITA.
“Memang air yang menjadi kendala dalam pemadaman ini. Kita dapat bantuan dari polsek dan warga sekitar,” kata Kadis Damkar Matan Kukar, Fida Hurasani, Jumat (16/10/2026).
Usai pemadaman pertama berakhir, api susulan kembali mengamuk pada pukul 18.20 WITA, di lokasi yang sama.
Disdamkar Matan Kukar langsung menambah personel untuk diterjunkan. Bantuan dari Pos Pemadam Kota Bangun dan Relawan Cilong di kerahkan untuk membantu, ada satu unit Mobil Kajama dan Firedome dengan kapasitas 5.000 Liter langsung ke lokasi.
“Tim gabungan harus lakukan penanganan di bibir jurang yang curam dan licin dalam kondisi gelap. Sumber air juga jauh membuat tim harus melakukan pemadaman dengan tepat ke titik api sehingga tak membuang-buang air,” ujarnya.
Hingga pukul 23.00 WITA, setelah hampir 10 jam berjibaku, seluruh sebaran titik api berhasil dipadamkan total.
“Kehadiran Danramil Kota Bangun, aparat kepolisian, para relawan, serta warga lokal menjadi kunci utama berhasil dikendalikannya api,” ucapnya.
Fida Hurasani, mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aksi pembakaran di musim kemarau dan memimta selalu siaga serta segera melapor jika melihat potensi karhutla.
Editor: Erwin
Dalam penanganannya, petugas Pos Damkar Kota Bangun Darat bersama tim gabungan bertarung sekitar 10 jam dan menembus jurang curam untuk menjangkau titik api.
Kadis Damkar Matan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan di bawah terik matahari dan kepulan asap membumbung tinggi, tim bergulat dengan kobaran api yang melalap sekitar satu hektare lahan.
Keterbatasan air menjadi kendala utama dalam pemadaman. Namun, berkat bahu-membahu bersama jajaran Polsek Kota Bangun Darat dan warga yang merangsek ke titik api, amukan si jago merah berhasil diredam sementara pada pukul 15.44 WITA.
“Memang air yang menjadi kendala dalam pemadaman ini. Kita dapat bantuan dari polsek dan warga sekitar,” kata Kadis Damkar Matan Kukar, Fida Hurasani, Jumat (16/10/2026).

Usai pemadaman pertama berakhir, api susulan kembali mengamuk pada pukul 18.20 WITA, di lokasi yang sama.
Disdamkar Matan Kukar langsung menambah personel untuk diterjunkan. Bantuan dari Pos Pemadam Kota Bangun dan Relawan Cilong di kerahkan untuk membantu, ada satu unit Mobil Kajama dan Firedome dengan kapasitas 5.000 Liter langsung ke lokasi.
“Tim gabungan harus lakukan penanganan di bibir jurang yang curam dan licin dalam kondisi gelap. Sumber air juga jauh membuat tim harus melakukan pemadaman dengan tepat ke titik api sehingga tak membuang-buang air,” ujarnya.
Hingga pukul 23.00 WITA, setelah hampir 10 jam berjibaku, seluruh sebaran titik api berhasil dipadamkan total.

“Kehadiran Danramil Kota Bangun, aparat kepolisian, para relawan, serta warga lokal menjadi kunci utama berhasil dikendalikannya api,” ucapnya.
Fida Hurasani, mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aksi pembakaran di musim kemarau dan memimta selalu siaga serta segera melapor jika melihat potensi karhutla.
Editor: Erwin



Pusat gempa berada di darat 21 km Barat Daya Kota Bogor
16 Okt 2026, 10:21:55 WIB • Kedalaman 9 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG