Kepedulian itu ditunjukkan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Kukar. Melalui penyerahan tali asih, kedua organisasi tersebut menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhum Ustaz Hamri Noor, yang dikenal sebagai Ustaz Hamdi, serta kedua putranya, Ahmad Ali Maulidya dan Husin Taufiqqurahman, Jumat (16/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BKMT Kukar diwakili Sekretaris Aida Bachtiar yang juga menjabat Ketua KKB Kukar didampingi pengurus dan anggota. Kunjungan ini sendiri bukan sekadar menyerahkan bantuan karena ada pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan, yaitu keluarga yang sedang berduka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Ada orang-orang yang turut merasakan kehilangan dan ingin hadir memberikan kekuatan.
“Kami dari BKMT Kukar dan KKB Kukar turut merasakan duka yang mendalam atas berpulangnya Ustaz Hamdi dan kedua ananda tercinta. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini,” ucap Aida.
Aida juga memberikan semangat kepada istri almarhum dan keluarga agar tetap tabah menjalani hari-hari setelah musibah yang merenggut tiga orang tercintnya itu. Dukungan dan perhatian dari lingkungan sekitar diharapkan dapat menjadi penguat di tengah suasana kehilangan.
Pihak keluarga tidak berkenan untuk difoto karena istri almarhum sedang menjalani masa idah. Sikap tersebut dihormati sebagai bagian dari penghormatan terhadap privasi keluarga dan proses berduka yang sedang dijalani.
Diketahui, musibah kebakaran yang terjadi di kawasan Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, pada Selasa (13/10/2026) malam lalu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Api menghanguskan sejumlah bangunan dan merenggut nyawa dua anak yang masih kecil.
Sang ayah, Ustaz Hamdi, sempat berjuang mempertahankan hidup setelah mengalami luka bakar lebih dari 75 persen. Ia mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit AM Parikesit tetapi kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia Rabu (14/10/2026) malam.
Kepergian Ustaz Hamdi menyusul kedua putranya menambah pilu tragedi tersebut. Dalam waktu singkat, sebuah keluarga harus menghadapi kehilangan yang begitu besar akibat kebakaran yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.
Di balik peristiwa itu, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu keluarga melewati masa-masa sulit. Kehadiran para kerabat, organisasi kemasyarakatan, dan warga yang memberikan dukungan menunjukkan bahwa solidaritas tetap tumbuh di tengah bencana.
Bagi BKMT Kukar dan KKB Kukar, penyerahan tali asih merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya keluarga yang sedang menghadapi musibah. Bantuan tersebut mungkin tidak dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta, tetapi diharapkan mampu menyampaikan pesan bahwa keluarga korban tetap mendapat perhatian dan dukungan.
Aida bersama pengurus dan anggota juga berharap keluarga almarhum diberikan kekuatan untuk menjalani masa berduka. Doa dan dukungan moril menjadi hal yang sangat berarti ketika keluarga harus menata kembali kehidupan setelah kehilangan orang-orang terdekat.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa musibah dapat meninggalkan dampak yang jauh melampaui kerusakan bangunan. Ada keluarga yang kehilangan tempat bersandar, ada anak-anak yang kehilangan masa depan, dan ada orang-orang terdekat yang harus belajar menerima kenyataan pahit.
Di tengah duka yang menyelimuti Loa Ipuh, kepedulian seperti yang ditunjukkan BKMT Kukar dan KKB Kukar menjadi penguat kemanusiaan. Bahwa ketika sebuah keluarga ditimpa musibah, kehadiran, doa, dan uluran tangan sesama dapat membantu mereka merasa tidak sendirian.
“Semoga almarhum Ustaz Hamdi, Ahmad Ali Maulidya, dan Husin Taufiqqurahman mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk melewati masa kehilangan ini,” harap Aida.
Editor: Aspian Nur
Kepedulian itu ditunjukkan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Kukar. Melalui penyerahan tali asih, kedua organisasi tersebut menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhum Ustaz Hamri Noor, yang dikenal sebagai Ustaz Hamdi, serta kedua putranya, Ahmad Ali Maulidya dan Husin Taufiqqurahman, Jumat (16/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BKMT Kukar diwakili Sekretaris Aida Bachtiar yang juga menjabat Ketua KKB Kukar didampingi pengurus dan anggota. Kunjungan ini sendiri bukan sekadar menyerahkan bantuan karena ada pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan, yaitu keluarga yang sedang berduka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Ada orang-orang yang turut merasakan kehilangan dan ingin hadir memberikan kekuatan.
“Kami dari BKMT Kukar dan KKB Kukar turut merasakan duka yang mendalam atas berpulangnya Ustaz Hamdi dan kedua ananda tercinta. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini,” ucap Aida.
Aida juga memberikan semangat kepada istri almarhum dan keluarga agar tetap tabah menjalani hari-hari setelah musibah yang merenggut tiga orang tercintnya itu. Dukungan dan perhatian dari lingkungan sekitar diharapkan dapat menjadi penguat di tengah suasana kehilangan.
Pihak keluarga tidak berkenan untuk difoto karena istri almarhum sedang menjalani masa idah. Sikap tersebut dihormati sebagai bagian dari penghormatan terhadap privasi keluarga dan proses berduka yang sedang dijalani.
Diketahui, musibah kebakaran yang terjadi di kawasan Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, pada Selasa (13/10/2026) malam lalu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Api menghanguskan sejumlah bangunan dan merenggut nyawa dua anak yang masih kecil.
Sang ayah, Ustaz Hamdi, sempat berjuang mempertahankan hidup setelah mengalami luka bakar lebih dari 75 persen. Ia mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit AM Parikesit tetapi kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia Rabu (14/10/2026) malam.
Kepergian Ustaz Hamdi menyusul kedua putranya menambah pilu tragedi tersebut. Dalam waktu singkat, sebuah keluarga harus menghadapi kehilangan yang begitu besar akibat kebakaran yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.