Dua orang Senior Manajer Pemitra PT Prima Mitra Mandiri (PMM), Andreas Tarigan dan Ristiyo turut hadir dalam kegiatan pemberian bantuan tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian dari pihak perusahaan guna mengurangi beban ekonomi serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Senior Manajer Pemitra, Andreas Tarigan, menjelaskan, alokasi bantuan ini telah dikoordinasikan dan disepakati bersama instansi dinas terkait serta pemerintah kelurahan setempat.
Ia menjelaskan, awalnya, setiap kepala keluarga (KK) penerima manfaat direncanakan mendapat bantuan sebesar Rp2.000.000. Namun, pihaknya mempertimbangkan adanya musibah kebakaran baru yang cukup berat di wilayah Loa Ipuh hingga menelan korban jiwa,
"Kami sepakat mengambil kebijakan responsif untuk membagi alokasi dana itu secara proporsional dan silang," kata Andreas kepada Koran Kaltim.
Andreas menjelaskan, dari alokasi awal Rp2.000.000 per KK, sebesar Rp300.000 dialihkan untuk membantu warga korban kebakaran di Loa Ipuh yang terjadi pada Selasa (13/10/2026) lalu, sehingga jumlah bersih yang diterima oleh setiap warga terdampak di Kampung Melayu yakni sebesar Rp1.700 ribu.
"Ini benar-benar wujud kepedulian dari manajemen kami. Kami menyisihkan sebagian dana untuk saudara-saudara kita, terkhusus yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung. Karena di Loa Ipuh ada musibah baru-baru ini yang cukup berat, kami berdiskusi dengan Kepala Dinas dan pihak Kelurahan/Kades untuk membagi porsi bantuan agar saudara-saudara kita di sana juga tersentuh bantuan," ungkapnya.
Sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kecamatan Tenggarong, hadir menerima penyaluran bantuan tunai ini secara langsung di Kantor Kelurahan Melayu.
Meski dibagi dua wilayah, porsi terbesar dari total anggaran CSR ini tetap didedikasikan untuk wilayah Kampung Melayu.
Sementara itu, Lurah Melayu, Muhammad Hafiz, mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian dan respon cepat yang ditunjukkan oleh PT Prima Mitra Mandiri (PMM).
"Bantuan tunai ini sangat dinantikan dan berarti bagi warga kami untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka di masa pemulihan ini," sebutnya.
Melalui bantuan ini, PT Prima Mitra Mandiri (PMM) berharap dapat sedikit memberikan kekuatan moril dan materiil bagi seluruh korban terdampak agar bisa segera bangkit kembali. (*)
Editor: Aspian Nur
Dua orang Senior Manajer Pemitra PT Prima Mitra Mandiri (PMM), Andreas Tarigan dan Ristiyo turut hadir dalam kegiatan pemberian bantuan tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian dari pihak perusahaan guna mengurangi beban ekonomi serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Senior Manajer Pemitra, Andreas Tarigan, menjelaskan, alokasi bantuan ini telah dikoordinasikan dan disepakati bersama instansi dinas terkait serta pemerintah kelurahan setempat.
Ia menjelaskan, awalnya, setiap kepala keluarga (KK) penerima manfaat direncanakan mendapat bantuan sebesar Rp2.000.000. Namun, pihaknya mempertimbangkan adanya musibah kebakaran baru yang cukup berat di wilayah Loa Ipuh hingga menelan korban jiwa,
"Kami sepakat mengambil kebijakan responsif untuk membagi alokasi dana itu secara proporsional dan silang," kata Andreas kepada Koran Kaltim.
Andreas menjelaskan, dari alokasi awal Rp2.000.000 per KK, sebesar Rp300.000 dialihkan untuk membantu warga korban kebakaran di Loa Ipuh yang terjadi pada Selasa (13/10/2026) lalu, sehingga jumlah bersih yang diterima oleh setiap warga terdampak di Kampung Melayu yakni sebesar Rp1.700 ribu.
"Ini benar-benar wujud kepedulian dari manajemen kami. Kami menyisihkan sebagian dana untuk saudara-saudara kita, terkhusus yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung. Karena di Loa Ipuh ada musibah baru-baru ini yang cukup berat, kami berdiskusi dengan Kepala Dinas dan pihak Kelurahan/Kades untuk membagi porsi bantuan agar saudara-saudara kita di sana juga tersentuh bantuan," ungkapnya.
Sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kecamatan Tenggarong, hadir menerima penyaluran bantuan tunai ini secara langsung di Kantor Kelurahan Melayu.
Meski dibagi dua wilayah, porsi terbesar dari total anggaran CSR ini tetap didedikasikan untuk wilayah Kampung Melayu.
Sementara itu, Lurah Melayu, Muhammad Hafiz, mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian dan respon cepat yang ditunjukkan oleh PT Prima Mitra Mandiri (PMM).
"Bantuan tunai ini sangat dinantikan dan berarti bagi warga kami untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka di masa pemulihan ini," sebutnya.
Melalui bantuan ini, PT Prima Mitra Mandiri (PMM) berharap dapat sedikit memberikan kekuatan moril dan materiil bagi seluruh korban terdampak agar bisa segera bangkit kembali. (*)