Jumat, 14/08/2026

Jumlah Penduduk Sedikit Tapi Penderita Gizi Buruk di Muara Wis Tertinggi se-Kukar

Jumat, 14/08/2026

Ilustrasi Pemeriksaan Stunting di Puskesmas Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kukar. (Foto: Dok.Puskesmas Muara Wis)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Jumlah Penduduk Sedikit Tapi Penderita Gizi Buruk di Muara Wis Tertinggi se-Kukar

Jumat, 14/08/2026

logo

Ilustrasi Pemeriksaan Stunting di Puskesmas Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kukar. (Foto: Dok.Puskesmas Muara Wis)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Darurat gizi buruk menghantam Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kecamatan itu resmi tercatat sebagai daerah dengan persentase kasus stunting paling tinggi dibanding kecamatan lain di seluruh wilayah Kukar, menembus 30 persen.

Meskipun secara jumlah penduduk tergolong sedikit, persentase stunting di Muara Wis menjadi yang paling ekstrem.  Berdasarkan data terbaru, saat ini ada sekitar 80 balita yang terindikasi stunting dari total hanya sekitar 600 jiwa balita di wilayah tersebut.

Kepala Puskesmas Muara Wis Ramsyah mengatakan, penanganan masalah ini menjadi perhatian mati-matian dari fasilitas kesehatan dan seluruh pihak terkait. Satu dari tiga anak di Muara Wis terancam gagal tumbuh secara normal. Wilayah geografis yang tidak luas membuat persentase angka melonjak tajam dibanding wilayah padat penduduk.

Dinas Kesehatan Kukar memetakan zona hulu dan pesisir termasuk Muara Wis, Muara Muntai dan Kenohan sebagai wilayah dengan kasus stunting tertinggi. Walau angka 30 persen saat ini terlihat sangat mengkhawatirkan, kondisi ini sebenarnya merupakan hasil perjuangan keras.

Pada tahun 2024 lalu, angka stunting di Muara Wis berada di level yang jauh lebih ekstrem, yakni mencapai 43 persen dengan jumlah 216 jiwa balita yang terdampak.

"Penurunan angka stunting ini pastinya atas kerja bersama baik dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah hingga dunia usaha," ujar Ramsyah lagi.

Pihak Puskesmas bersama Dinas Kesehatan Kukar terus melakukan intervensi agresif guna memangkas habis sisa kasus yang ada. 

Ketua Tim Kerja Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat Dinkes Kukar, Serianti, menjelaskan beberapa langkah cepat yang sedang digulirkan di lapangan yakni, pemberian makanan bergizi secara langsung kepada ibu hamil dan anak-anak balita, gerakan pengukuran serentak untuk menyisir balita yang berisiko. 

Kemudian, Program Ibu Bapak Asuh dengan menggandeng kolaborasi dari dunia usaha. Suntikan gizi remaja berupa pemberian tablet tambah darah bagi remaja perempuan. "Sosialisasi masif ke tingkat remaja, ibu hamil, serta orang tua balita juga kita berikan agar rantai stunting baru terputus total," ungkapnya.

Data stunting secara keseluruhan di Kabupaten Kukar berada di angka 14,3 persen pada 2024, di mana pembaruan data berskala besar terus dipantau dan diperbarui setiap dua tahun sekali oleh pihak dinas terkait.

Editor: Aspian Nur

Jumlah Penduduk Sedikit Tapi Penderita Gizi Buruk di Muara Wis Tertinggi se-Kukar

Jumat, 14/08/2026

Ilustrasi Pemeriksaan Stunting di Puskesmas Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kukar. (Foto: Dok.Puskesmas Muara Wis)

Share

Berita Terkait