Jumat, 14/08/2026
Jumat, 14/08/2026
Ilustrasi. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Jumat, 14/08/2026

Ilustrasi. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) memburu jaringan mafia emas ilegal di Kecamatan Tabang. Guna memastikan seluruh komplotan terseret hingga ke akar-akarnya, polisi mengambil keputusan dengan menutup rapat seluruh keran informasi mengenai identitas pelaku dan barang bukti alat berat yang telah disita.
Operasi pembersihan ini berfokus pada aktivitas pengerukan emas ilegal yang membelah kawasan perbatasan antara Desa Umaq Bekuay dan Desa Tabang Lama.
Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang menegaskan kerahasiaan ini merupakan bagian dari strategi hukum yang matang. Pihak kepolisian menolak menyerah pada desakan publik sebelum posisi hukum kasus ini benar-benar kuat.
Investigasi tertutup dibawah kendali penuh Satreskrim. Pengumuman resmi hanya dilakukan pasca penetapan tersangka demi menjaga sterilisasi penyelidikan dari intervensi luar. "Untuk detail spesifiknya belum bisa kami rilis karena masih dalam tahap penyelidikan. Nanti setelah prosesnya naik dan sudah ada penetapan tersangka, baru akan kami rilis secara resmi terkait siapa saja yang diamankan," kata Elnath kepada Korankaltim.com Jumat (14/8/2026).
Langkah tidak membuka detail barang bukti diambil karena adanya ancaman nyata di lapangan. Kepolisian mengendus adanya risiko tinggi kalau sisa-sisa barang bukti lain yang saling berkaitan akan langsung dihancurkan atau dilarikan oleh pelaku lain jika polisi bertindak ceroboh. "Kaki tangan mafia diduga masih berkeliaran di luar lokasi kejadian. Semua bukti akan dibongkar total ke media setelah status kasus terang benderang," ungkapnya.
Sementara Camat Tabang Asmi Riyandi Elvandar menepis rumor mengenai keterlibatan birokrasi lokal yang sempat mencuat dan memicu ketegangan di tengah masyarakat Tabang. Pemerintah Kecamatan Tabang membantah keras adanya pemeriksaan yang mengarah kepada Kepala Desa.
"Tak ada pemeriksaan yang menyasar ke kepala desa. Kami sepenuhnya mendukung perburuan yang dilakukan Polres Kukar terhadap para pelaku," sebut Asmi.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 14/08/2026
Ilustrasi. (Dok. Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
TERPOPULER