Kamis, 13/08/2026
Kamis, 13/08/2026
Kebakaran hutan di Kecamatan Kenohan, Kukar, Rabu (12/8/2026). (Dok. Tangkapan layar/Tiktok)
Kamis, 13/08/2026

Kebakaran hutan di Kecamatan Kenohan, Kukar, Rabu (12/8/2026). (Dok. Tangkapan layar/Tiktok)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kian mengintai Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) setiap saat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar bersama instansi terkait melaporkan titik api kini bermunculan hampir setiap hari di berbagai kecamatan akibat kondisi tanah gambut yang mengering dan tiupan angin kencang.
Berdasarkan data yang telah dihimpun dari BPBD Kukar, kejadian tertinggi dalam sebulan terakhir berada di Kecamatan Muara Jawa, Muara Badak, Samboja, Kota Bangun dan Tenggarong dan Tenggarong Seberang. Hingga saat ini, total ada sekitar 14 kecamatan yang terpantau mengalami kebakaran, termasuk Tenggarong, Marangkayu, Loa Janan, Loa Kulu, Kota Bangun dan Samboja Barat.
Sekretaris BPBD Kukar Aspianur Sandi mengungkapkan, berdasarkan koordinasi dengan BNPB dan BMKG, wilayah Kukar saat ini baru memasuki fase menuju puncak musim kemarau. "BMKG memperkirakan kondisi ini akan berlangsung sampai sekitar Oktober, Setelah itu baru berangsur turun pada November dan Desemeber 2026," kata Aspianur, Kamis (13/82026).
Kabupaten Kukar sudah sekitar 15 hari tidak turun hujan. Satu titik yang menjadi perhatian khusus saat ini berada di Desa Kupang Baru, Muara Kaman. Tim gabungan dari Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, serta bantuan personel perusahaan dikerahkan ke lokasi yang membutuhkan waktu tempuh hingga tiga jam perjalanan darat tersebut.
Sementara Kasi Pencegahan BPBD Kukar, Mohd Farid, menegaskan, sekitar 99 persen kasus karhutla di Kukar dipicu oleh kelalaian manusia, bukan faktor alam murni. "Banyak warga dan oknum yang masih menggunakan cara instan membakar sampah atau membuka lahan pertanian di tengah cuaca panas ekstrem," jelas Farid.
Satu diantara dampak kelalaian ini terjadi di Desa Loa Lepu, Tenggarong Seberang, di mana lahan gambut seluas dua hektare hangus akibat pembakaran sampah yang ditinggalkan. Api juga sempat berkobar di kawasan lindung Bukit Soeharto, Loa Janan, yang memaksa tim gabungan bekerja ekstra hingga larut malam.
Menanggapi kendala armada saat kebakaran terjadi bersamaan, ia menegaskan pihaknya mengedepankan kerja sama lintas daerah. "Kami bukan Superman, tetapi kami adalah super tim. Kami memiliki kerja sama dengan Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kaltim," tegasnya.
Rentetan kebakaran yang terjadi setiap hari mulai menurunkan kualitas udara di Kukar. Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3PL) Dinas Kesehatan Kukar, Budy Setiawan, mengimbau masyarakat untuk kembali mengenakan masker. "Paparan asap dan debu sisa kebakaran sangat berbahaya bagi kelompok rentan, seperti anak-anak sekolah dan lansia. Kami meminta warga mengurangi aktivitas luar rumah jika tidak mendesak," ujarnya.
Saat ini, ratusan personel relawan, TNI, Polri, dan BPBD disiagakan 24 jam di posko kebencanaan. Pemkab Kukar juga mengingatkan adanya sanksi pidana tegas bagi siapa saja yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 13/08/2026
Kebakaran hutan di Kecamatan Kenohan, Kukar, Rabu (12/8/2026). (Dok. Tangkapan layar/Tiktok)
TERPOPULER