Minggu, 02/08/2026
Minggu, 02/08/2026
Latihan penggunaan selang alat pemadam kebakaran. (Dok. Radkar Al-Ikhlas)
Minggu, 02/08/2026

Latihan penggunaan selang alat pemadam kebakaran. (Dok. Radkar Al-Ikhlas)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Al-Ikhlas menggelar latihan pemadaman kebakaran di kawasan Waduk Panji Sukarame, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan ini merupakan respons atas meningkatnya kejadian kebakaran yang terjadi berturut-turut di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) dalam beberapa waktu terakhir.
Koordinator Redkar Al-Ikhlas, Renaldy Pratama, menegaskan latihan tersebut tidak sekadar rutinitas, melainkan menjadi sarana evaluasi dari sejumlah operasi pemadaman yang telah dilakukan sebelumnya.
“Ini latihan simulasi penanganan kebakaran, bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan anggota dalam menghadapi musibah kebakaran,” kata Renaldy, Minggu (2/8/2026).
Ia mengungkapkan, sepanjang Juli 2026, Redkar Al-Ikhlas turut berjibaku melakukan pemadaman, mulai dari amukan kebakaran di Jalan Kampung Baru, Bukit Biru, hingga di kawasan Blok D1 Tenggarong. Rentetan insiden ini menjadi perhatian keras bagi personel untuk mengevaluasi total penanganan di lapangan.
“Dari berbagai kejadian itu, kami terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuan melalui latihan rutin,” tegasnya.
Demi menghadapi skenario terburuk, pasukan ini wajib melakoni latihan ketat dua kali sebulan setiap hari Sabtu. Mereka ditempa untuk menguasai teknik tingkat tinggi, sinkronisasi antarpersonel hingga eksploitasi alat pemadam.
Dalam simulasi kali ini, Anggota Redkar Al-Ikhlas, mengerahkan persenjataan penuh seperti satu unit mesin pompa air portable, satu gulung selang raksasa 2,5 inci, dua gulung selang 1,5 inci, serta senjata pamungkas berupa nozzle spray dan nozzle jet.
“Peralatan ini kami gunakan untuk melatih kemampuan anggota dalam pengoperasian mesin, selang, hingga teknik penyemprotan air sesuai kondisi kebakaran,” ujarnya.
Meski memiliki 30 anggota aktif berusia 17 hingga 50 tahun, latihan kali ini hanya menguji tujuh personel terpilih. Mereka dipecah menjadi dua regu tempur untuk mensimulasikan pemadaman taktis yang sangat terstruktur.
“Setiap regu memiliki pembagian tugas masing-masing, mulai dari petugas penyerang di bagian depan, helper, operator mesin, hingga komandan regu. Simulasi kami lakukan agar koordinasi di lapangan lebih mudah dan efektif,” tuturnya.
Di bawah tekanan simulasi, para relawan dipaksa menguasai teknik melokalisasi titik api demi memutus rantai kehancuran ke bangunan lain, dilanjutkan dengan teknik pendinginan total.
Editor: Erwin
Minggu, 02/08/2026
Latihan penggunaan selang alat pemadam kebakaran. (Dok. Radkar Al-Ikhlas)
TERPOPULER