Minggu, 26/07/2026
Minggu, 26/07/2026
Minggu, 26/07/2026

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkatkan kesiapsiagaan personel.
Langkah antisipasi ini diperketat setelah wilayah Kecamatan Muara Badak dilanda dua insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berturut-turut dalam kurun waktu dua hari terakhir.
Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Kukar, Eko Sryawinata mengungkapkan, peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (25/7/2026) siang, api melalap sekitar dua hektare area lahan di dekat permukiman warga kawasan Jalan Poros Samarinda-Muara Badak, Desa Batu-Batu.
Kobaran api yang sempat memicu kekhawatiran warga tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Risdia kepada petugas Disdamkarmatan Pos Muara Badak.
Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, tim damkar segera meluncur ke lokasi guna memblokir pergerakan api agar tidak merembet ke perumahan.
Eko menjelaskan, operasi pemadaman berlangsung selama hampir dua jam penuh akibat medan lapangan yang membutuhkan perjuangan ekstra.
“Tim menerima laporan kebakaran lahan di area dekat perumahan warga sekitar pukul 10.45 WITA dan langsung bergerak ke lokasi. Proses pemadaman dilakukan mulai pukul 11.35 hingga 13.00 Wita,” kata Eko, Minggu (26/7/2026).
Lanjutnya, sebanyak tujuh personel damkar dikerahkan dalam penanganan tersebut, dibantu satu anggota MPA. Tim menggunakan satu unit armada pemadam (branwier), dua unit motor operasional, serta peralatan jet shooter. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.00 Wita.
Namun, belum genap 24 jam, kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Muara Badak pada Minggu (26/7/2026) malam. Kali ini, api menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan kebun lombok milik warga di Desa Tanjung Limau RT 23, Badak 149.
Laporan kejadian diterima Relawan Muara Badak Sigap Bencana (Mubasigana) dari warga bernama Werri (55) pada pukul 19.50 Wita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim relawan segera berkoordinasi dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 20.10 Wita untuk melakukan penanganan.
“Warga melihat adanya kobaran api di kebun lombok dan langsung menginformasikannya kepada kami. Tim kemudian bergegas menuju TKP untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.
Upaya pemadaman malam hari ini melibatkan unsur relawan Mubasigana dan Emergency Respon Muara Badak. Petugas sempat menemui kendala karena akses jalan masuk ke titik api tergolong sulit.
Memanfaatkan air parit di sekitar lokasi, petugas berjibaku menyemprotkan air menggunakan satu unit pompa alkon, dua roll selang, serta dukungan satu unit mobil slip-on dan kendaraan ranger.
“Saat ini, kondisi kedua area lahan yang terbakar di Muara Badak itu dipastikan sudah padam sepenuhnya,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak BPBD Kukar, Damkar, beserta seluruh elemen relawan tetap bersiaga penuh dan melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi munculnya titik api susulan di tengah kondisi cuaca yang rawan.
Penyebab pasti terjadinya kebakaran di kedua lokasi tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“Sejak tadi malam kami juga tambah personel menuju lokasi dan ada beberapa personel juga yang tetap di lokasi guna memantau dan berjaga-jaga,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Minggu, 26/07/2026
TERPOPULER