Senin, 20/07/2026
Senin, 20/07/2026
Pencarian di hari keempat nelayan tenggelam di perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak. (Dok. Damkar Matan Pos Sektor Muara Badak)
Senin, 20/07/2026

Pencarian di hari keempat nelayan tenggelam di perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak. (Dok. Damkar Matan Pos Sektor Muara Badak)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Upaya pencarian terhadap Hasriarto (37), seorang nelayan asal RT 01 Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang dilaporkan hilang di Perairan Muara Berau, memasuki hari keempat pada Senin (20/7/2026).
Tim SAR Gabungan telah memperluas radius penyisiran hingga mencapai area seluas 155 nautical mile persegi (NM²). Namun, hingga batas waktu operasi harian dihentikan pada sore hari, nelayan tersebut belum juga berhasil ditemukan.
"Kami melakukan pencarian dengan metode penyisiran di area sekitar. Kemudian kami tidak melakukan penyelaman, karena area tidak memungkinkan," kata Kepala Pos (Kapos) Sektor Damkar Matan Muara Badak, Adianto, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun dari posko penyelamatan, peristiwa ini bermula ketika korban berangkat melaut untuk memancing seorang diri menggunakan metode rawai pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 Wita.
Kekhawatiran keluarga meningkat setelah korban tak kunjung kembali ke rumah hingga keesokan harinya.
Titik terang mulai muncul pada Kamis (16/7/2026) pagi, ketika nelayan setempat menemukan kapal milik korban mengapung di perairan Muara Berau dalam kondisi setengah tenggelam dan nyaris karam.
Saat dilaporkan hilang, korban terakhir terlihat mengenakan jaket ungu dan celana pendek hitam. Pihak keluarga juga menyebut korban memiliki riwayat medis berupa kejang yang kerap muncul secara tiba-tiba.
Adianto menyampaikan, proses pencarian di lapangan menghadapi sejumlah kendala serius. Cuaca buruk, arus bawah laut yang kuat, serta angin kencang yang memicu gelombang tinggi menjadi tantangan utama. Selain itu, jarak tempuh dari pos utama menuju lokasi kejadian juga cukup jauh, sehingga memperlambat mobilisasi tim.
"Kondisi ini sangat memengaruhi pergerakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) serta efektivitas penyisiran oleh tim penyelam," jelasnya.
Hingga saat ini, sinergi pencarian terus dilakukan secara optimal dengan melibatkan berbagai unsur kedaruratan, Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur (Basarnas), Personel TNI AL Muara Badak
Satpolairud Polres Bontang dan Polairud Polda Kaltim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Pos Sektor Damkarmatan Muara Badak, Relawan Potensi SAR serta masyarakat nelayan setempat.
"Rencananya, pencarian akan kembali dilanjutkan pada esok pagi, Selasa (21/7/2026), dengan menyesuaikan perkembangan cuaca dan arah arus laut di lapangan," tuturnya.
Pihak mengimbau kepada nelayan lain yang melintas di sekitar perairan Muara Berau untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Editor: Erwin
Senin, 20/07/2026
Pencarian di hari keempat nelayan tenggelam di perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak. (Dok. Damkar Matan Pos Sektor Muara Badak)
TERPOPULER