Senin, 20/07/2026
Senin, 20/07/2026
Kebakaran lahan di Desa Muara siran, Kecamatan Muara Kaman pada Juli 2025 lalu. (Foto: Dok.Tangkapan Layar/Facebook)
Senin, 20/07/2026

Kebakaran lahan di Desa Muara siran, Kecamatan Muara Kaman pada Juli 2025 lalu. (Foto: Dok.Tangkapan Layar/Facebook)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (BPBD Kukar) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan penuh menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi berlangsung cukup panjang.
Berdasarkan prakiraan cuaca, kemarau berlangsung mulai Juli bulan ini dan diperkirakan berlanjut hingga awal November mendatang. Kondisi ini memicu potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan, lahan (karhutla) serta area permukiman.
Kepala BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji menyebut, meski hujan masih mungkin turun intensitasnya tidak akan merata.
"Kemarau 2026 ini akan lama dengan tingkat kekeringan kategori sedang diperkirakan bisa terjadi hingga 10 hari tanpa hujan sama sekali yang membuat suhu udara menjadi jauh lebih panas," kata Setianto Senin (20/7/2026).
Dalam peta kerawanan bencana pada 2026, Kecamatan Muara Kaman menjadi fokus utama dan mendapat atensi khusus hingga ke tingkat nasional. Wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan karhutla tertinggi karena sekitar 70 persen kawasannya didominasi oleh lahan gambut.
Karakteristik lahan gambut yang unik membuatnya sangat sulit dipadamkan jika sudah terbakar. "Pemadaman tak bisa dilakukan dengan penyemprotan air biasa di permukaan, kita harus menggunakan peralatan khusus untuk menyuntikkan air hingga beberapa meter ke dalam tanah," sebut Setianto lagi
Selain Muara Kaman, BPBD Kukar juga memetakan tujuh kecamatan lain yang masuk dalam zona rawan karhutla seperti Samboja dan Samboja Barat, Loa Janan dan Loa Kulu, Muara Badak, Kenohan dan Kembang Janggut.
Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi paparan langsung matahari, menggunakan pelindung diri, dan mengenakan pakaian berwarna terang saat beraktivitas di luar ruangan. Tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan serta dilarang keras membuka lahan dengan cara dibakar.
"Kami ingatkan juga periksa instalasi listrik rumah secara berkala untuk menghindari korsleting akibat suhu ekstrem," pintanya.
Sekecil apa pun sumber api di musim panas dapat memicu kebakaran besar. Karena itu masyarakat diminta segera melaporkan ke pihak BPBD atau pemadam kebakaran terdekat jika menemukan titik api atau sumber panas yang mencurigakan di wilayahnya.
Editor: Aspian Nur
Senin, 20/07/2026
Kebakaran lahan di Desa Muara siran, Kecamatan Muara Kaman pada Juli 2025 lalu. (Foto: Dok.Tangkapan Layar/Facebook)
TERPOPULER