Jumat, 17/07/2026
Jumat, 17/07/2026
Keadaan bangunan rumah warga yang hangus usai kejadian kebakaran pada Jumat (17/7/2026), sekitar pukul 02.15 WITA. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Jumat, 17/07/2026

Keadaan bangunan rumah warga yang hangus usai kejadian kebakaran pada Jumat (17/7/2026), sekitar pukul 02.15 WITA. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di RT 07 Jalan Al-Jawahir, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (17/7/2026) dini hari.
Ketua RT 07 Kelurahan Baru, Hamzah, mengungkapkan peristiwa terjadi sekitar pukul 02.15 WITA. Warga terbangun setelah mendengar sirine armada Pemadam Kebakaran (PMK) yang menuju lokasi kejadian.
“Saya bangun jam dua subuh karena mendengar suara mobil PMK. Begitu saya buka pintu belakang, ternyata api sudah membesar di bawah. Saya langsung ambil motor untuk mengecek,” ujar Hamzah, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan pendataan RT dan Kelurahan Baru, sebanyak 16 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal setelah delapan bangunan hangus terbakar dan dua lainnya terdampak.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Pihak kepolisian telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Pihak kepolisian sedang mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang pertama kali melihat kepulan asap dan api di sekitar pemukiman, belum bisa kami prediksikan,” ucapnya.
Meski spekulasi di lapangan mengarah pada dugaan korsleting listrik, namun hingga kini polisi masih dalam tahap penyelidikan mendalam dan menunggu hasil olah TKP lanjutan.
Diakuinya, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Pihak Kelurahan Baru bersama warga telah mendirikan posko darurat di dekat lokasi kejadian untuk menyalurkan bantuan logistik bagi para korban terdampak.
“Kalau untuk yang rumahnya terbakar, mereka mengungsi di rumah keluarganya masing-masing,” ungkapnya.
Pasca kejadian, kepedulian dari warga sekitar dan berbagai pihak langsung berdatangan ke lokasi posko darurat. Bantuan berupa makanan siap saji, pakaian layak pakai, hingga bahan pokok terus mengalir untuk meringankan beban para korban.
“Bantuan dari masyarakat Alhamdulillah banyak sekali, mulai dari nasi bungkus, pakaian, telur, hingga mi instan. Kebutuhan sembako kami terpenuhi. Untuk bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) juga dijadwalkan segera tiba di lokasi,” jelasnya.
Hamzah berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), agar bisa memberikan stimulan bantuan rekonstruksi bangunan yang terbakar.
“Harapan kami mudah-mudahan pihak Dinas Perkim bisa membantu membangun kembali rumah-rumah warga yang terbakar ini, walaupun mungkin tidak bisa sepenuhnya seperti sedia kala,” harapnya.
Saat disinggung mengenai potensi alokasi anggaran dari program Dana RT senilai Rp150 juta, Hamzah membenarkan adanya program tersebut namun menyatakan dana untuk lingkungan mereka belum cair.
“Informasi yang kami terima, kemungkinan baru cair pada bulan September nanti karena masuk dalam tahap keempat. Kami berharap nanti dana tersebut bisa disisihkan sedikit untuk membantu warga yang tertimpa musibah ini, agar warga merasa diayomi dan diringankan bebannya,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Jumat, 17/07/2026
Keadaan bangunan rumah warga yang hangus usai kejadian kebakaran pada Jumat (17/7/2026), sekitar pukul 02.15 WITA. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
TERPOPULER