Jumat, 17/07/2026

Nelayan Muara Badak Hilang, Kapal Ditemukan Nyaris Karam di Perairan Muara Berau

Jumat, 17/07/2026

Kondisi kapal korban di Perairan Muara Berau. (Foto: Dok.Pos Sektor Damkarmatan Muara Badak)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Nelayan Muara Badak Hilang, Kapal Ditemukan Nyaris Karam di Perairan Muara Berau

Jumat, 17/07/2026

logo

Kondisi kapal korban di Perairan Muara Berau. (Foto: Dok.Pos Sektor Damkarmatan Muara Badak)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Seorang nelayan bernama Hasriarto (37), warga RT 01 Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dilaporkan hilang di perairan Muara Berau. Korban diduga tenggelam setelah kapal miliknya ditemukan dalam kondisi hampir karam pada Kamis (16/7/2026).

Informasi yang dihimpun dari Pos Sektor Damkarmatan Muara Badak menyebutkan, korban berangkat melaut seorang diri untuk memancing pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA. Namun hingga keesokan harinya, Hasriarto tidak kunjung kembali ke rumah, sehingga keluarga mulai khawatir dan melakukan pencarian.

Keberadaan korban mulai terendus setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dalam kondisi setengah tenggelam di perairan Muara Berau. 

Setelah dilakukan pengecekan berdasarkan ciri-ciri fisik kapal, pihak keluarga bersama warga memastikan bahwa perahu tersebut merupakan milik Hasriarto.

“Sebelumnya ada nelayan yang melaporkan penemuan kapal itu kepada keluarga, dan saat dipastikan memang benar itu kapal yang dipakai korban,” sebut Hamdi, Jumat (17/7/2026).

Hingga saat ini, penyebab pasti hilangnya Hasriarto belum bisa disimpulkan. Namun, pihak keluarga membeberkan korban memiliki riwayat medis sering mengalami kejang secara tiba-tiba. Kondisi ini diduga memicu situasi darurat saat korban berada sendirian di tengah laut.

Proses pencarian resmi digerakkan pada Jumat (17/7/2026) sejak pukul 09.00 WITA, setelah laporan resmi diterima pada malam. 

“Informasinya, hari Rabu pergi melaut, hari Kamis ditemukan kapalnya. Laporannya baru masuk ke Kapolsek tadi malam, sehingga proses pencarian baru bisa kami mulai hari ini,” ujarnya.

Upaya penyelamatan ini mengandalkan armada speedboat dan kapal nelayan. Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari Damkarmatan Pos Sektor Muara Badak, TNI AL Muara Badak, Polsek Muara Badak, Komunitas Anak Ikan, serta warga dan nelayan setempat. 

Untuk memperkuat operasi, kata dia, Tim SAR dari Basarnas Sangatta bersama relawan Mubasigana Muara Badak sudah tiba sejak siang guna memperluas area penyisiran.

Hamdi menjelaskan tim di lapangan menerapkan dua metode penyisiran demi memaksimalkan hasil operasi kemanusiaan ini.

“Pencarian kami bagi dua tim. Tim satu melakukan penyisiran di wilayah pesisir, dan tim dua fokus mencari di wilayah laut sekitar Muara Berau. Kami juga sudah mengantongi titik koordinat penemuan kapal untuk memetakan arah pencarian,” tuturnya.

Hingga kini, tim gabungan dibantu warga sekitar masih terus melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian. Pihak keluarga berharap Hasriarto dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Editor: Erwin

Nelayan Muara Badak Hilang, Kapal Ditemukan Nyaris Karam di Perairan Muara Berau

Jumat, 17/07/2026

Kondisi kapal korban di Perairan Muara Berau. (Foto: Dok.Pos Sektor Damkarmatan Muara Badak)

Share

Berita Terkait