Jarak tempuh untuk menuju lokasi ini sekitar + 33km atau 1
jam perjalanan dari Kecamatan Tenggarong, Ibu kota Kabupaten Kukar. Namun, jika
lewat jalur sungai, butuh waktu sekitar 5-6 jam ke desa tersebut. Sabtu (8/11/2020) kemarin Diskominfo dan para awak media
yang dari media cetak, televisi dan radio ini memilih menggunkan jalur sungai
dengan menggunakan kapal wisata yang bernama “Queen Orca Houseboat”
Kendati butuh waktu berjam jam untuk menuju desa itu, para
penumpang menikmati perjalananya, karena fasilitas di dalam kapal dilengkapi
tempat tidur sebanyak 11 kamar, terbagi jadi 10 kamar tipe standar dan
eksukutif. Kemudian, 1 kamar tipe suite VIP yakni kamar private dan dilengkapi
dengan kamar mandi di dalamnya. Semua kamar dilengkapi dengan pendingin ruangan
(AC) 24 jam.
Selain itu, terdapat ruang makan yang dapat dijadikan tempat
meeting ataupun diskusi. Bahkan disediakan ruang menonton film dan bisa karaoke
di dalam kapal. Kemudian disediakan tempat duduk sehingga dapat melihat
pemandangan Sungai Mahakam ketika berlayar. Pukul 14:00 WITA Diskominfo dan para awak media tiba di Desa
Lekaq Kidau. Di desa ini rombongan
disambut di Lamin Adat dan disuguhi tari tarian khas Dayak Kenyah. Desa
Lekaq Kidau kini telah dijadikan sebagai salah satu desa budaya yang di Kukar.

“Desa Lekaq Kidau mayoritas 95 persen adalah petani,”kata
PJS Sekdes Lekaq Kidau, Adang.Adang mengatakan, Lekaq Kidau ditempati sekitar tahun 1998
dengan luas wilayah sekitar 198,4 hektar, serta berpenduduk 685 jiwa dan 150
Kepala Keluarga (KK). Adang menyebut, hingga kini, banyak kebudayaan didesa
tersebut sudah ditinggalkan karena perkembangan zaman. Salah satunya Kuping
Panjang.
“Tradisi Kuping Panjang, nga ada lagi disini (Desa Lekaq
Kidau,red) . Anak-anak sekarang tidak ada yang mau, karena katanya malu,”sebut
Adang. Kendati, beberapa kebudayaan sudah hilang, namun warga Desa
Lekaq Kidau tetap melestarikan kebudayaan lain, diantaranya seni tari, ukir dan anyaman, pernikahan adat
dan lainya. Karena itu, desa ini menyandang Desa Budaya.
Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik (Kabid
PKP) Ahmad Rianto didampingi Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Media Masmun Jaya
mengatakan, media gathering ini kita gelar agar jurnalis bisa mempromosikan
Desa Leka Kidau, dari sisi seni dan budaya.
“Kami berharap temen-temen jurnalis bisa menginformasikan
status desa budaya yang disandang Desa Leqak Kidau,” harap Rianto. Berstatus Desa Budaya, kunjungan warga luar masih kurang karena banyak yang tidak tahu. “Sejauh ini, pengunjung hanya mengetahui jalur sungai saja
padahal saat saya berbincang dengan aparat desa, bisa dilewati roda dua dan
empat dengan jarak tempuh satu jam,” tutupnya. (*)
Penulis: Sabri
Editor: Aspian Nur