Adalah Letkol Inf Fransiscus Xaverius Renoten Yanuariyanto yang jadi pejabat baru diposisi tersebut di Makodim 0912/KBR dan Senin (19/10/2026) hari ini tiba di Kubar disambut tradisi tepung tawar.
Bupati Frederick Edwin dan Wakil Bupati H Nanang Adriani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan instansi terkait menyambut kedatangan Renoten.
Renoten sendiri memiliki pengalaman bertugas di lingkungan pasukan khusus dan pengamanan presiden, pernah menjabat Komandan Batalyon 33 Grup 3 Kopassus pada 2023-2025. Pada April 2025 dan tercatat menjabat Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Kini Renoten mengemban tugas teritorial di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang menjadi cakupan wilayah Kodim 0912/KBR.
Renoten menyampaikan terima kasih kepada Doni Fransisco yang telah menyiapkan tradisi penyambutan tersebut dan menilai tradisi tepung tawar merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Kubar yang perlu terus dijaga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada senior kami yang sudah menyiapkan suatu tradisi yang sangat baik. Tradisi ini perlu ditingkatkan juga dipelihara karena merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Kubar,” ujar Renoten kepada Korankaltim.com.
Sementara Doni Fransisco mengungkapkan masa tugasnya selama kurang lebih satu tahun dua bulan di Kubar memberinya banyak pengalaman berharga. Bukan semata-mata soal lamanya waktu bertugas, ia mengaku mendapat banyak pelajaran dari kehidupan masyarakat adat di daerah tersebut.
Satu hal yang membekas baginya adalah slogan Tanaa Purai Ngeriman karena slogan tersebut mencerminkan pentingnya menjaga Kubar, termasuk kelestarian budaya dan sumber daya alamnya.
Tanggung jawab menjaga kekayaan tersebut tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Dukungan masyarakat setempat diperlukan agar adat dan budaya tetap bertahan serta tidak hilang seiring perubahan zaman.
“Saya banyak belajar, terutama dari slogan Tanaa Purai Ngeriman. Slogan itu memang benar adanya. Kubar merupakan wilayah yang perlu kita jaga, baik kelestarian budayanya maupun kelestarian sumber daya alamnya,” ujar Doni.
Pelestarian budaya dan alam membutuhkan keterlibatan bersama. Menurutnya, nilai-nilai adat yang masih dipegang masyarakat merupakan bagian penting dari identitas Kubar yang harus terus dipelihara.
Selama bertugas, Doni juga mengaku mendapat kesempatan berkenalan dengan berbagai kalangan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang tidak akan dilupakannya setelah meninggalkan Kubar untuk menjalankan penugasan baru.
“Saya bisa berkenalan dengan semua aspek masyarakat yang ada di Kubar. Itu tidak akan pernah saya lupakan. Saya mendapatkan oleh-oleh yang sangat luar biasa bahwa masyarakat adat Kubar ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Mudah-mudahan nilai-nilai budaya ini tidak akan lekang oleh waktu,” tutup Doni.
Editor: Aspian Nur
Adalah Letkol Inf Fransiscus Xaverius Renoten Yanuariyanto yang jadi pejabat baru diposisi tersebut di Makodim 0912/KBR dan Senin (19/10/2026) hari ini tiba di Kubar disambut tradisi tepung tawar.
Bupati Frederick Edwin dan Wakil Bupati H Nanang Adriani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan instansi terkait menyambut kedatangan Renoten.
Renoten sendiri memiliki pengalaman bertugas di lingkungan pasukan khusus dan pengamanan presiden, pernah menjabat Komandan Batalyon 33 Grup 3 Kopassus pada 2023-2025. Pada April 2025 dan tercatat menjabat Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Kini Renoten mengemban tugas teritorial di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang menjadi cakupan wilayah Kodim 0912/KBR.
Renoten menyampaikan terima kasih kepada Doni Fransisco yang telah menyiapkan tradisi penyambutan tersebut dan menilai tradisi tepung tawar merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Kubar yang perlu terus dijaga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada senior kami yang sudah menyiapkan suatu tradisi yang sangat baik. Tradisi ini perlu ditingkatkan juga dipelihara karena merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Kubar,” ujar Renoten kepada Korankaltim.com.
Sementara Doni Fransisco mengungkapkan masa tugasnya selama kurang lebih satu tahun dua bulan di Kubar memberinya banyak pengalaman berharga. Bukan semata-mata soal lamanya waktu bertugas, ia mengaku mendapat banyak pelajaran dari kehidupan masyarakat adat di daerah tersebut.
Satu hal yang membekas baginya adalah slogan Tanaa Purai Ngeriman karena slogan tersebut mencerminkan pentingnya menjaga Kubar, termasuk kelestarian budaya dan sumber daya alamnya.
Tanggung jawab menjaga kekayaan tersebut tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Dukungan masyarakat setempat diperlukan agar adat dan budaya tetap bertahan serta tidak hilang seiring perubahan zaman.
“Saya banyak belajar, terutama dari slogan Tanaa Purai Ngeriman. Slogan itu memang benar adanya. Kubar merupakan wilayah yang perlu kita jaga, baik kelestarian budayanya maupun kelestarian sumber daya alamnya,” ujar Doni.
Pelestarian budaya dan alam membutuhkan keterlibatan bersama. Menurutnya, nilai-nilai adat yang masih dipegang masyarakat merupakan bagian penting dari identitas Kubar yang harus terus dipelihara.
Selama bertugas, Doni juga mengaku mendapat kesempatan berkenalan dengan berbagai kalangan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang tidak akan dilupakannya setelah meninggalkan Kubar untuk menjalankan penugasan baru.