Jumat, 14/08/2026
Jumat, 14/08/2026
Sejumlah pemain mengikuti pertandingan futsal dengan memanfaatkan lapangan cor sebagai sarana olahraga. (Julika/Korankaltim.com)
Jumat, 14/08/2026

Sejumlah pemain mengikuti pertandingan futsal dengan memanfaatkan lapangan cor sebagai sarana olahraga. (Julika/Korankaltim.com)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Keterbatasan prasarana olahraga masih menjadi satu tantangan dalam pengembangan prestasi olahraga di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian melalui dukungan pemerintah maupun pihak swasta agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal.
Terkait itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mahulu, Christianto mengatakan, ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di Mahulu saat ini masih sangat terbatas. Pembangunan fasilitas olahraga menjadi kebutuhan yang perlu didorong ke depan. “Prasarana olahraga itu memang sangat kurang. Kedepan kami berharap dukungan pemerintah untuk memajukan dunia olahraga di Mahakam Ulu,” kata Yessi kepada Korankaltim.com Jumat (14/8/2026) hari ini
Pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah lahan yang dapat dikembangkan menjadi fasilitas olahraga. Salah satunya diarahkan untuk pembangunan gedung olahraga (GOR) mini. Lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut sudah tersedia dan proses pematangan lahan telah dilakukan. Namun pembangunan fisik gedung masih membutuhkan dukungan anggaran. “Untuk GOR mini sebenarnya sudah ada lahannya. Lahannya sudah matang, tinggal proses pembangunan,” papar Yessi.
Keberadaan GOR mini sangat penting bagi Mahulu, mengingat sejumlah cabang olahraga membutuhkan tempat latihan dan pertandingan yang memadai. Fasilitas tersebut juga dapat menjadi ruang pembinaan atlet muda secara berkelanjutan Progres pembangunan fasilitas tersebut hingga saat ini belum memasuki tahap pembangunan fisik. Pekerjaan yang dilakukan baru sebatas penyiapan dan pematangan lahan, termasuk mendorong serta memadatkan tanah agar lebih siap ketika pembangunan konstruksi dimulai.
Diakuinya efisiensi anggaran turut memengaruhi kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan infrastruktur olahraga. Karena itu, pengembangan sarana olahraga di Mahulu dinilai tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.
Diperlukan keterlibatan pihak swasta untuk mendukung pembangunan maupun pengembangan fasilitas olahraga di Mahulu. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyediaan tempat latihan dan pertandingan bagi masyarakat serta atlet. “Saya pikir memang ada pengaruh besar terhadap anggaran kita. Tetapi harapan kami, tanggung jawab di dunia olahraga ini tidak hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi tentu juga pihak swasta,” papar Yessi.
Diharapkan pada tahun-tahun mendatang pembangunan fasilitas olahraga dapat mulai direalisasikan secara bertahap. Dengan tersedianya prasarana yang memadai, pembinaan atlet di Mahulu diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet yang dapat membawa nama daerah pada tingkat provinsi maupun nasional.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 14/08/2026
Sejumlah pemain mengikuti pertandingan futsal dengan memanfaatkan lapangan cor sebagai sarana olahraga. (Julika/Korankaltim.com)
TERPOPULER