Jumat, 14/08/2026

‎Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Mahulu Kaji Pemanfaatan Dana BTT

Jumat, 14/08/2026

Kondisi Sungai Mahakam di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu yang mengalami penyurutan debit air. Endapan pasir dan kerikil terlihat di bagian tengah sungai, sementara sejumlah perahu berada di sepanjang tepian sungai. (Julika/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

‎Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Mahulu Kaji Pemanfaatan Dana BTT

Jumat, 14/08/2026

logo

Kondisi Sungai Mahakam di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu yang mengalami penyurutan debit air. Endapan pasir dan kerikil terlihat di bagian tengah sungai, sementara sejumlah perahu berada di sepanjang tepian sungai. (Julika/Korankaltim.com)

 Penulis: Julika Hengin ‎

‎KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menyiapkan langkah untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau yang berkepanjangan, salah satunya melalui pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). ‎ ‎

Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk mengatakan, Pemkab Mahulu saat ini masih memiliki alokasi dana BTT yang dapat digunakan untuk menangani kondisi darurat. ‎

‎Namun pemanfaatannya masih menunggu proses penerbitan surat penetapan kondisi darurat bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). ‎ ‎“Kami memang masih punya dana BTT, dana tidak terduga. Proses ini masih kita tunggu surat darurat bencana dari BPBD, ini masih coba diproses,” kata Suhuk kepada awak media, Jumat (14/8/2026). ‎ ‎ 

Penggunaan BTT harus dilakukan secara hati-hati karena terdapat mekanisme dan pertanggungjawaban yang perlu diperhatikan. ‎ ‎Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika terjadi kenaikan kebutuhan biaya akibat situasi yang tidak normal, seperti musim kemarau panjang. ‎ ‎“Karena kendalanya itu sering jadi masalah di BPK nanti takut. Pada saat abnormal, barang ini yang biasanya perputaran biaya itu sekian, melonjak. Melonjak pada saat musim kemarau, nah memang ini jadi kendala kita dalam penggunaan BTT kita,” ujarnya. ‎ ‎ 

Pemkab Mahulu akan mencari formula agar anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang terdampak kemarau, terutama ketika kondisi di lapangan semakin membutuhkan intervensi pemerintah. ‎ 

‎“Mudah-mudahan nanti kami akan cari formula supaya BTT bisa kita pakai untuk membantu masyarakat kita, khususnya pada saat musim kemarau seperti ini,” ucap Suhuk. ‎ ‎ 

‎Pemkab Mahulu juga masih menunggu perkembangan terkait dana transfer dari pemerintah pusat. ‎ ‎Ia berharap dana transfer ke daerah (TKD) untuk Mahulu pada tahun mendatang tidak kembali mengalami pemotongan sehingga pemerintah daerah tetap memiliki ruang fiskal untuk membiayai pembangunan dan kebutuhan masyarakat. ‎ ‎

“Kemungkinan ke depan nanti kami lihat lagi, mudah-mudahan TKD kita untuk Mahulu tidak dipotong tahun depan,” harapnya. ‎ ‎ ‎Dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat diharapkan tetap berjalan sehingga kebutuhan pembangunan di Mahulu, termasuk penanganan dampak musim kemarau, dapat dilakukan secara berkelanjutan. 

Editor: Aspian Nur ‎

‎Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Mahulu Kaji Pemanfaatan Dana BTT

Jumat, 14/08/2026

Kondisi Sungai Mahakam di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu yang mengalami penyurutan debit air. Endapan pasir dan kerikil terlihat di bagian tengah sungai, sementara sejumlah perahu berada di sepanjang tepian sungai. (Julika/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait