Sabtu, 08/08/2026

Polsek Melak dan Bhayangkari Gelar Trauma Healing bagi Korban Longsor Muara Bunyut

Sabtu, 08/08/2026

Anak-anak korban longsor Muara Bunyut mengikuti kegiatan trauma healing. (Dok.Polres Kubar)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Polsek Melak dan Bhayangkari Gelar Trauma Healing bagi Korban Longsor Muara Bunyut

Sabtu, 08/08/2026

logo

Anak-anak korban longsor Muara Bunyut mengikuti kegiatan trauma healing. (Dok.Polres Kubar)

Penulis: Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Pemulihan warga terdampak longsor di Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kutai Barat (Kubar), mulai menyentuh sisi psikologis. Sejumlah anak korban bencana diajak bermain dan mengikuti berbagai kegiatan untuk membantu mengurangi rasa takut serta kecemasan setelah peristiwa longsor. 

Polsek Melak bersama Bhayangkari Ranting Melak menggelar trauma healing bagi warga terdampak di RT 001 Kampung Muara Bunyut, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan dibuat dalam suasana santai dengan melibatkan anak-anak melalui berbagai permainan dan aktivitas yang menyenangkan. 

Anak-anak diajak mewarnai gambar, bernyanyi bersama, bermain, hingga bermain bola bersama badut. Mereka juga mendapat balon dan makanan ringan selama kegiatan berlangsung. Kapolsek Melak, Iptu Rinto C. Simanjuntak mengatakan trauma healing dilakukan untuk membantu warga menghadapi dampak psikologis setelah bencana. 

Menurutnya, rasa takut, cemas dan kesedihan yang muncul setelah kejadian perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih berat. 

“Trauma Healing ini kami laksanakan untuk mengurangi kecemasan berlebih, rasa takut, dan kesedihan akibat bencana. Kami ingin mencegah trauma berkembang menjadi gangguan stres pascatrauma,” ujar Rinto kepada Korankaltim.com. 

Ia mengatakan anak-anak, lansia, dan ibu hamil menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih dalam kondisi pascabencana. Selain membantu mengurangi kecemasan, pendampingan tersebut diharapkan membuat warga lebih mampu beradaptasi selama berada di posko pengungsian. 

“Khususnya untuk anak-anak, lansia dan ibu hamil yang paling rentan terdampak,” katanya. Rinto menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi upaya membantu warga melepaskan rasa cemas terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan. 

Pendampingan diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat, optimisme dan daya tahan psikologis masyarakat selama menjalani masa pemulihan. Di sisi lain, penanganan di lokasi longsor masih terus dilakukan. Satuan Samapta Polres Kutai Barat bersama BPBD Kutai Barat, TNI, Polsek Melak dan warga setempat mendirikan tenda bantuan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak. 

Tenda tersebut digunakan sebagai pusat koordinasi bantuan, tempat penampungan sementara sekaligus dapur umum. Personel gabungan juga membantu pengamanan lokasi, mengatur arus bantuan serta mendukung proses evakuasi dan pembersihan material longsor. 

Penanganan dilakukan secara gotong royong untuk memastikan kebutuhan warga selama berada di lokasi pengungsian tetap terpenuhi. Di tengah proses tersebut, pendampingan psikologis menjadi bagian penting agar warga, khususnya anak-anak, dapat berangsur pulih setelah mengalami bencana. 

Dengan dukungan berbagai pihak, proses pemulihan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat warga, tetapi juga membantu masyarakat Muara Bunyut kembali bangkit dan menjalani aktivitas secara bertahap setelah bencana. 

Editor: Erwin

Polsek Melak dan Bhayangkari Gelar Trauma Healing bagi Korban Longsor Muara Bunyut

Sabtu, 08/08/2026

Anak-anak korban longsor Muara Bunyut mengikuti kegiatan trauma healing. (Dok.Polres Kubar)

Share

Berita Terkait