Selasa, 04/08/2026

Sektor Pertanian Bisa jadi Andalan untuk Hadapi Tekanan Fiskal

Selasa, 04/08/2026

Sektor pertanian, bisa diandalkan mengatasi masalah keuangan yang terjadi di Mahakam Ulu. (Foto: Dok.Antaranews)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Sektor Pertanian Bisa jadi Andalan untuk Hadapi Tekanan Fiskal

Selasa, 04/08/2026

logo

Sektor pertanian, bisa diandalkan mengatasi masalah keuangan yang terjadi di Mahakam Ulu. (Foto: Dok.Antaranews)

Penulis: Julika Hengin

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Sektor pertanian menjadi potensi paling realistis untuk memperkuat perekonomian daerah di tengah semakin terbatasnya kemampuan fiskal akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Mahakam Ulu (Mahulu) Devung Paran yang menyebut  kondisi keuangan daerah yang semakin terbatas menuntut pemerintah daerah lebih kreatif dalam menggali potensi yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi.

"Pemotongan dana transfer ke daerah membuat kondisi keuangan Mahulu semakin terbatas. Pemerintah daerah harus lebih kreatif mencari potensi yang bisa menopang perekonomian daerah," kata Devung kepada media, Selasa (4/8/2026).

Dibandingkan sektor pariwisata, pertanian memiliki peluang yang lebih besar untuk dikembangkan dalam jangka pendek. Pengembangan pariwisata masih menghadapi berbagai kendala, terutama akses infrastruktur dan menurunnya daya beli masyarakat akibat kondisi efisiensi anggaran yang juga terjadi di berbagai daerah.
‎‎

"Kalau menurut saya, potensi yang paling memungkinkan adalah dari sektor pertanian. Kalau pariwisata saat ini semua daerah mengalami efisiensi. Untuk mengundang wisatawan juga tidak mudah, apalagi akses jalan kita masih terbatas. Jadi saya rasa dari segi pariwisata masih jauh untuk menjadi penopang fiskal daerah," papar Devung.

Upaya pemerintah daerah dalam menggali sumber pendapatan baru dinilai masih sering terbentur berbagai regulasi dari pemerintah pusat.

"Kami didorong untuk berinovasi mencari sumber pendapatan, tetapi di sisi lain ada regulasi-regulasi dari pusat yang membatasi ruang gerak daerah. Itu juga menjadi tantangan," ujarnya.

Anggaran sektor pertanian diharapkan menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan APBD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). 
‎‎

Selain dukungan anggaran, ia juga meminta pemerintah memperkuat pelatihan bagi para petani agar bantuan yang diberikan mampu meningkatkan produktivitas.

"Saya sangat berharap nanti dalam pembahasan Banggar bersama TAPD, anggaran untuk sektor pertanian diperkuat. Petani juga harus diberikan pelatihan supaya anggaran yang disalurkan benar-benar menghasilkan manfaat dan ada hasilnya, bukan hanya diberikan tetapi tidak memberikan dampak," tegasnya.

Penguatan sektor pertanian juga sejalan dengan program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Ia berharap Mahulu mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri sehingga tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.
‎‎

Harapan janu Mahulu bisa swasembada pangan. Itu juga menjadi cita-cita pemerintah pusat karena semua tidak tahu bagaimana kondisi geopolitik ke depan.

"Saat ini saja Indonesia masih mengimpor beras. Karena itu, setiap daerah harus mampu memperkuat ketahanan pangannya sendiri," tutup Devung.

Editor: Aspian Nur

Sektor Pertanian Bisa jadi Andalan untuk Hadapi Tekanan Fiskal

Selasa, 04/08/2026

Sektor pertanian, bisa diandalkan mengatasi masalah keuangan yang terjadi di Mahakam Ulu. (Foto: Dok.Antaranews)

Share

Berita Terkait