Rabu, 29/07/2026
Rabu, 29/07/2026
Penyerahan Laporan Realisasi APBD Semester I 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kubar (Adi/Korankaltim.com)
Rabu, 29/07/2026

Penyerahan Laporan Realisasi APBD Semester I 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kubar (Adi/Korankaltim.com)
Penulis : Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Memasuki paruh kedua 2026, realisasi belanja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat masih berada di kisaran seperempat dari target.
Hingga 30 Juni 2026, belanja daerah terealisasi Rp914,863 Miliar atau 25,51 persen dari anggaran sebesar Rp3,585 Triliun.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin dalam Nota Pengantar Laporan Realisasi Semester I APBD dan Prognosis Enam Bulan Berikutnya Tahun Anggaran 2026 pada rapat paripurna DPRD Kubar, Rabu (29/7/2026) hari ini.
Serapan belanja tersebut masih berada di bawah capaian pendapatan daerah. Pada periode yang sama, pendapatan Kubar telah terealisasi Rp1,293 Triliun atau 43,57 persen dari target Rp2,968 Triliun.
Dari komponen belanja, realisasi paling besar berasal dari belanja operasi sebesar Rp779,442 Miliar atau 34,75 persen dari anggaran Rp2,242 Triliun. Sementara belanja transfer mencapai Rp114,317 Miliar atau 34,45 persen dari target Rp331,801 Miliar.
Adapun belanja modal masih mencatat serapan 2,10 persen. Dari anggaran Rp1,002 Triliun yang disiapkan sepanjang 2026, realisasinya hingga akhir Juni baru Rp21,103 Miliar. Sedangkan belanja tidak terduga yang dialokasikan Rp8,885 Miliar belum terealisasi.
Pemkab akan berupaya meningkatkan realisasi dalam enam bulan tersisa, baik dari sisi penerimaan pendapatan maupun belanja daerah. “Pemerintah daerah terus berupaya dan kerja keras untuk meningkatkan penerimaan pendapatan daerah dan realisasi belanja daerah sehingga mencapai target sampai dengan 31 Desember 2026,” kata Edwin.
Dari sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah mencapai Rp104,370 Miliar atau 42,18 persen dari target Rp247,407 Miliar. Sementara pendapatan transfer terealisasi Rp1,188 Triliun atau 44,15 persen dari target Rp2,691 Triliun. Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah baru mencapai Rp460,397 juta atau 1,59 persen dari target Rp28,903 Miliar.
Untuk enam bulan berikutnya, Pemkab memasang harapan agar penyerapan belanja dapat digenjot hingga akhir tahun. “Kemudian prognosis enam bulan ke depan, diharapkan daya serap anggaran belanja tahun 2026 dapat mencapai 100 persen dari total anggaran belanja,” ujar Edwin.
Target tersebut dengan asumsi dana transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dapat diterima tepat waktu.
Sementara pada pos pembiayaan, penerimaan daerah justru telah melampaui target. Dari target Rp622,396 Miliar, realisasinya mencapai Rp1,624 Triliun atau 260,93 persen. Adapun pengeluaran pembiayaan yang dianggarkan Rp5 Miliar belum terealisasi hingga akhir semester pertama.
Laporan realisasi semester I tersebut selanjutnya masuk ke DPRD untuk dibahas. Dalam rangkaian rapat paripurna yang sama, DPRD Kubar juga membentuk Panitia Khusus (Pansus) Laporan Realisasi Semester I APBD dan Prognosis Enam Bulan Berikutnya Tahun Anggaran 2026.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 29/07/2026
Penyerahan Laporan Realisasi APBD Semester I 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kubar (Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER