Rabu, 29/07/2026
Rabu, 29/07/2026
Satu-satunya dokter spesialis penyakit dalam, dr. Yusuf Has Condeng, Sp.PD yang didatangkan dari luar daerah dan bertugas di Rumah Sakit GSM Mahakam Ulu. (Julika/Korankaltim.com)
Rabu, 29/07/2026

Satu-satunya dokter spesialis penyakit dalam, dr. Yusuf Has Condeng, Sp.PD yang didatangkan dari luar daerah dan bertugas di Rumah Sakit GSM Mahakam Ulu. (Julika/Korankaltim.com)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Kekurangan tenaga dokter masih menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu memperkuat program pencetakan dokter putra daerah melalui kerja sama kampus.
Satu diantaranya adalah dengan Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) yang sudah dilakukan oleh pemimpin terdahulu hingga di tahun 2026 dibawah kepemimpinan Bupati Angela Idang Belawan.
Wakil Bupati Mahulu Suhuk mengatakan, kebutuhan tenaga medis khususnya dokter masih cukup tinggi sehingga pemerintah daerah terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang berasal dari Mahulu sendiri.
"Mahulu masih kekurangan tenaga medis, khususnya di kedokteran, karena itu harapan kami dengan kerja sama Ukrida ini bisa menambal ataupun mencukupi kebutuhan tenaga dokter di Mahulu," kata Suhuk saat diwawancara Korankaltim.com Rabu (29/7/2026) hari ini.
Kehadiran dokter putra daerah menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap tenaga medis dari luar daerah.
Selama ini sebagian besar dokter yang bertugas di Mahulu berasal dari luar sehingga tidak sedikit yang memilih kembali ke daerah asal karena harus beradaptasi dengan kondisi geografis pedalaman. Karena itu, Pemkab Mahulu ingin mencetak dokter yang memiliki ikatan dengan daerah asalnya sehingga bersedia mengabdi di kampung halaman setelah menyelesaikan pendidikan.
"Program kami kalau bisa orang Long Bagun mengobati orang Long Bagun, orang Long Apari mengobati orang Long Apari. Supaya mereka tidak jauh-jauh kalau mau berobat," ucap Suhuk.
Berdasarkan hasil pemantauan terhadap calon peserta program pendidikan kedokteran beberapa waktu lalu sebagian besar masih berasal dari Kecamatan Long Bagun.
Kedepan, pemerintah daerah akan memperluas sosialisasi agar pelajar dari kecamatan lain, baik wilayah hulu maupun hilir, turut memanfaatkan kesempatan tersebut. "Ternyata memang masih banyak peserta dari ibu kota kabupaten, Kecamatan Long Bagun. Ke depan kita akan coba mempromosikan lagi supaya anak-anak kita dari kecamatan di hulu maupun di hilir bisa terlibat aktif," paparnya.
Program pengiriman mahasiswa kedokteran bukan merupakan program baru. Menurutnya, kebijakan tersebut telah dirintis pada masa pemerintahan sebelumnya dan kini dilanjutkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga dokter di Mahulu. "Program ini bukan yang pertama. Ternyata oleh bupati terdahulu sudah berjalan juga," jelas Suhuk.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Mahulu, kata Suhuk, dalam tahun ini diperkirakan dua hingga tiga dokter putra daerah yang sebelumnya dibiayai pemerintah akan menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi di Mahulu. "Informasi dari Dinas Kesehatan, sudah ada beberapa dokter yang akan kembali tahun ini ke Mahulu. Kalau tidak salah ada dua atau tiga dokter yang akan kembali tahun ini. Harapan kita setelah mereka selesai kuliah bisa langsung mengabdi di Mahulu," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 29/07/2026
Satu-satunya dokter spesialis penyakit dalam, dr. Yusuf Has Condeng, Sp.PD yang didatangkan dari luar daerah dan bertugas di Rumah Sakit GSM Mahakam Ulu. (Julika/Korankaltim.com)
TERPOPULER