Sabtu, 25/07/2026
Sabtu, 25/07/2026
Festival Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Panggung Utama Taman Budaya Sendawar. (Adi/Korankaltim.com)
Sabtu, 25/07/2026

Festival Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Panggung Utama Taman Budaya Sendawar. (Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kutai Barat dirangkai melalui Festival Anak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian dan rasa percaya diri melalui berbagai perlombaan. Festival yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar (TBS), Sabtu (25/7/2026), diikuti sekitar 160 peserta didik PAUD dari 16 kecamatan di kabupaten tersebut.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar Seriwahyuni mengatakan, kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar sebagai ajang perlombaan. Festival diharapkan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menjadi wadah bagi anak untuk menunjukkan dan mengembangkan potensi mereka.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak diberikan ruang yang aman, menyenangkan dan bermakna untuk belajar, bermain, berkarya serta mengembangkan potensi dirinya,” kata Seriwahyuni kepada Korankaltim.com.
Ada delapan lomba digelar, meliputi mewarnai, fashion show pakaian adat Nusantara, menyanyi, membaca puisi, menyusun puzzle, mendongeng, memindahkan bola dan estafet bola.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, sportivitas, rasa percaya diri dan semangat kebersamaan sejak usia dini. Di sisi lain, festival mempertemukan satuan PAUD dari berbagai kecamatan sehingga turut memperkuat hubungan antarsatuan pendidikan.
“Harapannya, Festival Hari Anak Nasional ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak,” paparnya.
Sementara Bunda PAUD Kubar Maria Christina Frederick Edwin menilai, upaya mendukung tumbuh kembang anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Orang tua, lingkungan pendidikan hingga masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak.
Terlebih perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi saat ini membawa tantangan baru. Selain memberikan manfaat, ruang digital juga dapat menghadapkan anak pada berbagai risiko, mulai dari perundungan, kekerasan hingga dampak negatif penggunaan media sosial. “Anak adalah generasi penerus bangsa. Kita harus bersinergi dan bahu-membahu untuk mewujudkan lingkungan tumbuh kembang yang kondusif,” kata Maria.
Rangkaian kegiatan HAN diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan. Kegiatan yang mendorong anak menjadi lebih cerdas, komunikatif dan ekspresif perlu terus dikembangkan serta dievaluasi.
“Sehingga tidak hanya menjadi euforia peringatan Hari Anak Nasional saja, namun secara berkelanjutan melalui ragam upaya digiatkan secara berkala melalui pendidikan nonformal yang ada,” ujar Maria.
Sabtu, 25/07/2026
Festival Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Panggung Utama Taman Budaya Sendawar. (Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER