Ajakan tersebut disampaikan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan saat menghadiri acara Halal Bihalal Kabupaten ahakam Ulu ahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Balrrom Lantai 3 Kantor Bupati Kamis (7/5/2026) hari ini.
Momentum halal bihalal dinilai bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Pemkab Mahulu saat ini menghadapi tantangan besar akibat dinamika nasional dan regional, terutama kebijakan efisiensi anggaran atau penghematan belanja pemerintah daerah. Kondisi tersebut terjadi di saat kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan dan pelayanan dasar masih sangat tinggi.
“Perkembangan dinamika nasional dan regional seperti diberlakukannya efisiensi anggaran atau penghematan belanja bagi pemerintah daerah telah menjadi salah satu tantangan tersendiri,” ujar Angela.
Masyarakat saat ini mengharapkan respons cepat pemerintah terhadap berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi Mahulu.
Persoalan tersebut mencakup pengentasan kemiskinan, swasembada pangan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, penyediaan energi listrik, hingga pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan. Angela memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan di Mahulu agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
Seluruh jajaran pemerintah akan terus bekerja dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Kami akan terus bekerja, kami akan terus berkarya dan kami akan terus menjalankan amanah dengan penuh rasa tanggung jawab agar masyarakat dan daerah ini benar-benar maju dan sejahtera,” katanya.
Ditengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah juga berupaya memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pihak swasta, hingga masyarakat agar pembangunan tetap berjalan. ”Perkuat sinergi, kolaborasi dan akselerasi agar semua tantangan pembangunan dapat kita hadapi dan kita lalui bersama,” sebut Angela.
Nilai kebersamaan dan saling mendukung dinilai menjadi kekuatan besar bagi Mahulu dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan. “Silaturahmi dan rasa persatuan yang kuat adalah modal besar kita dalam membangun Bumi Urip Kerimaan yang kita cintai ini,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur