Pendataan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana dampak kenaikan BBM terhadap distribusi dan harga barang di masyarakat.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Ekosda) Setkab Mahulu Lung mengatakan, tim saat ini masih bergerak melakukan pendataan ke sejumlah kecamatan dan kampung. “Tim sedang melakukan pendataan terkait pergerakan harga barang, apakah kenaikan BBM ini berdampak langsung terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok atau tidak, itu yang masih kami rekap,” kata Lung Kamis (7/5/2026).
Sejauh ini kenaikan yang paling terasa masih terjadi pada BBM nonsubsidi, terutama dexlite yang banyak digunakan kendaraan angkutan barang dan transportasi umum.
Sementara masyarakat umum di Mahulu sebagian besar masih menggunakan BBM subsidi seperti pertalite untuk kendaraan roda dua dan mesin ketinting, sehingga dampaknya belum terlalu signifikan bagi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. “Yang terdampak ini kendaraan angkutan barang dan beberapa angkutan penumpang yang menggunakan dexlite,” papar Lung
Kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan tarif angkutan karena biaya operasional transportasi ikut meningkat. Meski demikian, hingga kini belum ada penetapan resmi terkait perubahan tarif angkutan.
Selain melakukan pendataan harga barang dan stok kebutuhan pokok, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan Bulog. “Nanti skemanya kami akan melaksanakan gerakan pangan murah bekerja sama dengan Bulog, dilakukan setelah pendataan selesai,” jelasnya.
Pemkab Mahulu juga menghadapi tantangan distribusi barang akibat kondisi musim kemarau yang mulai berdampak pada jalur transportasi sungai. Menurut Lung, surutnya Sungai Mahakam dapat menghambat distribusi barang menggunakan kapal angkutan. “Kalau sungai surut, kapal besar sulit bersandar. Sementara kalau lewat darat, biaya angkutnya mahal karena banyak kendaraan menggunakan BBM nonsubsidi,” ungkap Lung.
Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang belum sepenuhnya tuntas juga masih menjadi kendala utama distribusi logistik di Mahulu, baik saat musim hujan maupun musim kemarau.
Karena itu pemerintah berharap pembangunan infrastruktur transportasi dapat terus dipercepat oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten agar distribusi barang semakin lancar dan harga kebutuhan pokok lebih stabil.
Editor: Aspian Nur