Pekan ini tim proyek menerapkan rekayasa lalu lintas dengan memindahkan jembatan bailey ke sisi jalur utama sebagai bagian dari tahapan konstruksi.
Langkah tersebut menjadi strategi penting agar aktivitas pembangunan tetap berjalan, sementara akses masyarakat tidak terputus. Pemindahan jembatan sementara itu pun tidak dilakukan secara sederhana, melainkan melalui koordinasi lintas instansi guna memastikan keamanan dan kelancaran proses di lapangan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 2 BBPJN Kalimantan Timur Prima F menjelaskan, rekayasa lalu lintas merupakan solusi untuk menyeimbangkan kebutuhan proyek dan kepentingan publik.
“Kami tidak bisa menghentikan lalu lintas begitu saja. Karena itu, dilakukan pemindahan jembatan bailey ke jalur sementara agar pekerjaan utama tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat,” kata Prima kepada Korankaltim.com Jumat (1/5/2026) hari ini.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah pihak terlibat aktif, di antaranya PLN yang melakukan relokasi tiang listrik pada jalur sementara, serta aparat kepolisian dari polsek setempat yang bertugas mengamankan jalannya proses pemindahan. Sinergi ini dinilai krusial untuk menghindari potensi risiko di lapangan.
Untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jalan, pekerjaan dilakukan pada waktu yang tidak biasa, yakni tengah malam. Waktu tersebut dipilih karena volume kendaraan relatif rendah, sehingga potensi kemacetan dapat ditekan.
“Pemilihan waktu pelaksanaan menjadi krusial. Kami lakukan pada malam hari agar tidak menimbulkan antrean panjang. Ini hasil koordinasi bersama seluruh pihak yang terlibat,” sebut Prima lagi.
Setelah proses pemindahan jembatan bailey selesai dan jalur sementara dapat difungsikan, pekerjaan konstruksi utama kembali dilanjutkan. Saat ini, pekerjaan pondasi berupa bore pile mulai dikerjakan sebagai bagian dari pembangunan struktur jembatan permanen.
Pemerintah menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga ritme proyek tetap sesuai rencana. Selain memastikan progres pembangunan, pendekatan ini juga menempatkan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sebagai prioritas.
Dengan pola koordinasi yang terus diperkuat, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mahakam Ulu diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Kami berharap seluruh tahapan pekerjaan ini dapat berjalan lancar hingga selesai, sehingga nantinya masyarakat dapat menikmati infrastruktur yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas sehari-hari,” tutup Prima.
Editor: Aspian Nur