Sejumlah petani mengeluhkan hasil panen yang terus menurun dalam beberapa musim terakhir. Situasi ini tidak hanya memengaruhi ketersediaan pangan, tetapi juga mempersempit ruang ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian tradisional.
Agang Juk, seorang petani menyebutkan, pertanian ladang kering yang selama ini menjadi andalan masyarakat menghadapi tantangan serius dan membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. “Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk membantu dalam aspek operasional pertanian lahan kering yang sudah lama kami jalankan,” kata Agang kepada Korankaltim.com Rabu (22/4/2026).
Dukungan yang dibutuhkan tidak hanya sebatas pendampingan tetapi juga penyediaan sarana produksi yang memadai seperti alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, benih unggul hingga pengendalian hama.
Minimnya intervensi teknis, khususnya dalam pengendalian hama dan pengelolaan air, menjadi faktor yang memperparah kondisi di lapangan. Karena itu solusi seperti irigasi sederhana dinilai penting untuk menjaga stabilitas produksi, terutama saat menghadapi musim kering.
Selain itu, pendampingan teknis dari pemerintah juga dinilai krusial agar petani dapat mengelola lahan secara lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi cuaca.
Dengan adanya intervensi yang tepat sasaran dan berkelanjutan, petani berharap produktivitas ladang kering di Mahulu dapat kembali meningkat dan mampu menopang ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat ke depan.
Editor: Aspian Nur