Disejumlah titik, jalan masih berupa tanah yang mudah rusak dan berlumpur saat musim hujan. Kondisi tersebut kerap membuat kendaraan sulit melintas, bahkan menyebabkan akses terputus sementara waktu.
Dampaknya, aktivitas belajar mengajar terganggu karena siswa dan tenaga pendidik kesulitan menjangkau sekolah. Hal serupa juga terjadi pada layanan kesehatan, di mana masyarakat mengalami kendala untuk memperoleh penanganan medis secara cepat.
Erik menilai perbaikan jalan lintas kabupaten tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak, mengingat dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Dengan perbaikan jalan lintas kabupaten Mahulu–Kubar, diharapkan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar,” kata Erik kepada Korankaltim.com, Rabu (22/4/2026).
Konektivitas yang baik tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. “Peningkatan konektivitas diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Kondisi ini menjadi perhatian karena akses terhadap pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, pelayanan publik sulit berjalan optimal.
Masyarakat berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat mempercepat pembangunan dan peningkatan kualitas jalan lintas tersebut, sehingga akses layanan dasar dapat dinikmati secara merata di seluruh wilayah Mahakam Ulu.
Editor: Aspian Nur