Pekan ini, proyek tersebut memasuki tahap baru dengan penambahan dua titik pekerjaan jembatan di wilayah Kelian Dalam, masing-masing pada STA 13+800 dan STA 15+300.
Sebelumnya, pekerjaan jembatan telah lebih dulu dilaksanakan di STA 42+810 sebagai bagian dari paket penanganan struktur di sepanjang ruas strategis tersebut. Penambahan titik pekerjaan ini dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat penyelesaian proyek secara menyeluruh.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 2 BBPJN Kalimantan Timur, Prima F, menegaskan bahwa percepatan pekerjaan dilakukan terutama pada segmen yang membutuhkan penanganan struktur.
“Dengan bertambahnya lokasi pekerjaan jembatan, kami mendorong progres konstruksi agar berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Di lapangan, pekerjaan Jembatan 2 kini telah memasuki tahap krusial, yakni konstruksi pondasi melalui pengeboran tiang bore pile berdiameter 80 sentimeter. Tahapan ini menjadi fondasi utama dalam menjamin kekuatan struktur bawah jembatan agar mampu menahan beban lalu lintas sesuai standar teknis.
Sementara itu, pekerjaan di Jembatan 1 difokuskan pada pembangunan jalan sementara dan jembatan sementara. Fasilitas ini difungsikan sebagai jalur pengalihan arus kendaraan guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
Di tengah percepatan tersebut, proyek juga dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis di lapangan. Salah satunya penanganan utilitas eksisting di sekitar lokasi pekerjaan. Hingga saat ini, satu tiang listrik telah berhasil direlokasi setelah melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Kami memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan dengan memperhatikan aspek teknis dan keselamatan, serta tetap menjaga akses bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengerjaan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan, khususnya masyarakat yang bergantung pada ruas tersebut sebagai jalur utama transportasi.
Dengan progres yang terus bergerak dan penambahan titik pekerjaan, pemerintah optimistis pembangunan infrastruktur di ruas Tering–Long Bagun 8 dapat selesai sesuai target.
“Dengan adanya jembatan-jembatan ini, diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Kabupaten Mahakam Ulu,” tutupnya.
Editor: Erwin