Ketua Kelompok Tani Ayen Sulip B Kampung Datah Bilang Ilir, Herianto Joni, menilai program cetak sawah yang berjalan saat ini sudah memberikan dampak positif, meski masih berada pada tahap awal dan membutuhkan proses lanjutan.
“Kalau dibilang bagus, iya. Tapi ini masih tahap awal, jadi masih butuh proses. Yang penting sekarang sudah terbentuk, ke depan kita usahakan bisa dikelola sendiri oleh petani,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, kelompok taninya saat ini memiliki sekitar 22 anggota dengan potensi lahan mencapai kurang lebih 40 hektare. Namun, tidak seluruh lahan dapat masuk dalam program cetak sawah karena sebagian berada di kawasan yang sudah lebih dulu ditetapkan.
Dari sisi dukungan, petani telah menerima berbagai bantuan seperti hand tractor, pompa air (alkon), alat perontok, pupuk, hingga benih padi. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam tahap awal pengelolaan lahan.
“Terbantu sekali dengan bantuan alat-alat ini. Tapi memang masih ada kekurangan, terutama untuk kebutuhan racun dan pupuk,” katanya.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah serangan hama seperti tikus dan walang sangit, yang berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan.
“Kalau musim bagus hasilnya bisa tinggi, tapi kalau hama datang, bisa gagal banyak,” jelasnya.
Selain itu, ketersediaan air juga masih menjadi persoalan, di mana petani masih mengandalkan air hujan dan pompa untuk mengaliri lahan.
Meski saluran parit sudah tersedia, belum adanya sistem irigasi yang optimal membuat pengelolaan air belum maksimal.
“Yang penting bagi kami sekarang ada air. Kalau bisa ke depan ada tambahan pompa atau dukungan irigasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Meski selama ini hasil panen lebih banyak untuk konsumsi pribadi, Joni menyebut ke depan petani mulai membuka peluang untuk produksi komersial, seiring adanya rencana penyerapan hasil panen oleh Bulog.
“Selama ini kita tanam untuk kebutuhan sendiri. Tapi ke depan kalau memang ada penyerapan, kita akan coba ke arah sana,” katanya.
Ia berharap pemerintah terus memberikan pendampingan dan perhatian berkelanjutan agar program cetak sawah tidak berhenti pada tahap awal, melainkan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami harap pemerintah terus memperhatikan, supaya pengelolaan sawah ini bisa berjalan bersama, tidak hanya dibebankan ke ketua kelompok saja,” pungkasnya.
Editor: Erwin