Jembatan tersebut dirancang menggunakan sistem komposit berupa girder baja yang dipadukan dengan pelat lantai beton. Struktur ini dinilai memiliki kapasitas beban lebih besar serta daya tahan yang lebih baik dibandingkan jembatan sementara tipe bailey yang digunakan sebelumnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 2 BBPJN Kaltim Prima F kepada Korankaltim.com Rabu (8/4/2026) hari ini menjelaskan, pemilihan struktur komposit didasarkan pada kebutuhan teknis di lapangan sekaligus efisiensi pelaksanaan konstruksi. “Struktur komposit ini dipilih karena mampu memberikan kekuatan yang optimal dengan waktu pelaksanaan yang lebih efisien,” kata Prima.
Saat ini pekerjaan jembatan telah memasuki tahap awal yang mencakup persiapan, mobilisasi material girder baja, serta penanganan pondasi dan struktur bawah. Tahapan selanjutnya akan difokuskan pada pemasangan girder dan pengecoran pelat lantai beton sebagai bagian utama konstruksi jembatan.
Ditengah proses pembangunan, pihak proyek memastikan akses masyarakat tetap terjaga melalui skema pengaturan lalu lintas. Jembatan bailey existing masih difungsikan secara terbatas sambil menunggu progres pembangunan jembatan baru mencapai tahap pengalihan arus. “Kami memastikan pekerjaan berjalan dengan tetap menjaga konektivitas. Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat,” sebut Prima lagi.
Pembangunan jembatan ini menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas infrastruktur di wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Mahakam Ulu. "Kami optimistis proyek ini tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperlancar distribusi logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat," pungkas Prima.
Editor: Aspian Nur