Sejauh ini, upaya yang dilakukan pemerintah daerah masih berupa kegiatan pasar murah dan gerakan pangan murah. Namun, langkah tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap stabilisasi harga di tingkat masyarakat.
Analis Kebijakan Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Ekosda) Mahulu Indira Reisia Angun mengatakan, keterbatasan intervensi ini disebabkan oleh belum optimalnya sistem distribusi yang ada.
“Untuk saat ini, intervensi yang berjalan masih berupa pasar murah atau gerakan pangan murah. Namun sifatnya masih jangka pendek dan dampaknya terhadap stabilisasi harga masih terbatas,” kata Indira Kamis (2/4/2026).
Sebenarnya pemerintah telah memiliki skema penyediaan barang. Namun dalam implementasinya, pemanfaatan skema tersebut belum berjalan maksimal. Pelaku usaha cenderung lebih memilih mekanisme pasar karena dianggap lebih fleksibel dan menguntungkan, dibandingkan skema pemerintah yang memiliki persyaratan administratif cukup ketat.
“Dari sisi kebijakan sebenarnya sudah ada, tetapi pedagang lebih memilih mekanisme pasar karena lebih fleksibel,” katanya.
Nantinya pemerintah berencana mengarahkan sistem distribusi melalui Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat kendali distribusi pangan.
Namun, karena koperasi tersebut masih dalam tahap awal, implementasinya diperkirakan baru dapat berjalan secara bertahap. Dalam jangka pendek, distribusi pangan di Mahulu masih akan bergantung pada mekanisme yang ada saat ini.
Disisi lain, faktor kondisi alam juga turut memengaruhi stabilitas harga, terutama terkait debit air sungai yang menjadi jalur utama distribusi barang di wilayah tersebut. Kondisi air sangat dipengaruhi oleh curah hujan dan cenderung fluktuatif.
“Kalau dalam satu minggu masih ada hujan, debit air relatif terjaga. Tapi kalau sekitar satu minggu tidak ada hujan, air bisa cepat surut,” jelasnya.
Sebaliknya, kenaikan debit air juga dapat terjadi dalam waktu singkat saat hujan turun, meskipun hanya satu hingga dua hari. Kondisi ini membuat distribusi logistik menjadi tidak stabil.
Dengan berbagai tantangan tersebut, pemerintah daerah menilai perlu adanya penguatan sistem distribusi yang lebih efektif dan berkelanjutan agar stabilisasi harga pangan di Mahakam Ulu dapat berjalan lebih optimal.
Editor: Aspian Nur