Pada tahap awal lahan yang disiapkan seluas sekitar dua hektare. Namun, dukungan pemerintah kampung setempat mendorong perluasan lahan hingga mencapai kurang lebih delapan hektare.
Program ini menjadi langkah awal dalam mencapai target total 24 hektare penanaman jagung di wilayah Mahulu. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan lahan dan kondisi di lapangan.
Kapolres Mahakam Ulu AKBP Eko Alamsyah menjelaskan, pencapaian target dilakukan secara bertahap, dimulai dari lokasi yang sudah siap untuk ditanami. “Untuk 24 hektare kami cicil, dimulai dari lokasi yang sudah siap seperti di Desa Lutan ini,” jelas Eko Rabu (1/4/2026).
Dukungan pemerintah kampung menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi program tersebut. Ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Mahulu. Namun diakuinya terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program, terutama terkait keterbatasan anggaran yang berdampak pada berbagai sektor.
“Mudah-mudahan kebijakan ini bisa kita jalankan walaupun sekarang semuanya serba terbatas, karena pemangkasan anggaran ini sangat berdampak,” harap Eko.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Polres Mahulu tetap optimistis program penanaman jagung dapat berjalan sesuai target. Upaya ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Editor: Aspian Nur