Hal itu terlihat saat Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, meninjau langsung kondisi ruas jalan Tering–Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu, Sabtu (15/3/2026) lalu.
Peninjauan dilakukan di sela rangkaian kunjungan kerja dan kegiatan Safari Ramadan di wilayah tersebut.
Dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan, rombongan Wakil Gubernur sempat berhenti di titik pembangunan Jembatan 3 Tering 8 untuk melihat secara langsung progres pekerjaan infrastruktur yang sedang berlangsung.
Kunjungan singkat ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memastikan proyek pembangunan di kawasan perbatasan berjalan sesuai rencana serta mampu meningkatkan akses transportasi masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 2 BBPJN Kaltim, Prima F, yang mendampingi kunjungan tersebut menjelaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran akses di ruas jalan tersebut.
Menurutnya, kondisi geografis wilayah yang dilintasi sejumlah sungai membuat pembangunan struktur jembatan menjadi kebutuhan utama.
“Beberapa titik pada ruas ini membutuhkan penanganan struktur jembatan agar jalur transportasi dapat berfungsi secara optimal, terutama pada segmen yang melintasi sungai,” ujarnya.
Ia menambahkan, perhatian yang diberikan pemerintah daerah melalui kunjungan langsung ke lapangan diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan.
Menurut Prima, pihaknya juga menyampaikan perkembangan pekerjaan secara langsung kepada Wakil Gubernur agar proses pembangunan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kami menyampaikan langsung progres pekerjaan kepada Wakil Gubernur. Harapannya pembangunan ini dapat mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi logistik di wilayah perbatasan,” jelasnya.
Ruas jalan Tering–Ujoh Bilang merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Kabupaten Kutai Barat dengan pusat pemerintahan di Kabupaten Mahakam Ulu.
Selama ini, konektivitas antarwilayah di kawasan tersebut masih menjadi tantangan karena kondisi medan yang cukup berat dan keterbatasan infrastruktur.
Melalui peningkatan kualitas jalan dan pembangunan jembatan di koridor tersebut, pemerintah berharap akses transportasi dapat semakin lancar.
Infrastruktur yang memadai juga diyakini akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Seno Aji menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan menjadi perhatian penting pemerintah provinsi.
Menurutnya, akses jalan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah terpencil.
Dengan adanya peninjauan langsung dari pimpinan daerah, pembangunan infrastruktur di jalur Tering–Ujoh Bilang diharapkan dapat terus berjalan sesuai tahapan konstruksi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas wilayah di perbatasan Kaltim.
“Pemerintah provinsi tentu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan. Jalan dan jembatan ini sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah,” tandasnya.
Editor: Erwin