Ada enam rumah warga serta satu bangunan Tamakn Kanak-Kanak (TK) Tunas Harapan dikabarkan jadi amukan si jago merah dalam musibah ini.
Kapolsek Long Apari Ipda Faris menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Paulin Ubeq yang saat itu sedang berada di dalam kamar rumahnya.
“Awalnya ada satu warga merasa kepanasan, kemudian keluar rumah dan melihat api sudah membakar sebuah rumah warga,” kata Faris melalui pesan Whatsapp kepada Korankaltim.com, Senin (16/3/2026).
Paulin kemudian berteriak meminta pertolongan yang didengar warga lain. Warga lainnya bernama Tasya selanjutnya menuju masjid menggunakan sepeda motor untuk memberitahukan masyarakat sekitar. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi hingga melahap sejumlah rumah warga.
Data yang dihimpun di lokasi, rumah yang terdampak kebakaran antara lain dua rumah toko (ruko) milik Samsul Bahri dan Alisa yang dihuni bersama anggota keluarga mereka. Rumah lain yang terbakar adalah milik Ansar, Halim, Erna Rosalina serta rumah milik Sukari. Tidak hanya rumah warga, satu bangunan TK Tunas Harapan juga turut hangus dilalap api.
Satu rumah lain yaitu milik Vinsensius Irang yang berada di dekat lokasi kebakaran sempat terdampak panas. Warga terpaksa melepas sebagian dinding rumah tersebut untuk mencegah api merambat lebih jauh.
Berdasarkan dugaan sementara, sumber api diduga berasal dari kompor gas di salah satu rumah warga. Warga bersama anggota Polsek Long Apari kemudian berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, termasuk mesin alkon air yang tersedia di lokasi kejadian.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak merambat lebih luas ke permukiman lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahakam Ulu Agus Darmawan mengatakan pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan darurat kepada para korban.
“Bantuan darurat sudah kami sampaikan kepada masing-masing kepala keluarga berupa sembako, terpal, selimut, tikar, handuk, serta satu paket perlengkapan bayi,” kata Agus.
BPBD Mahakam Ulu juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kampung dan aparat setempat untuk memastikan kebutuhan para korban kebakaran dapat segera terpenuhi.
Editor: Aspian Nur
Keterangan foto:
Kondisi tempat kebakaran di Kampung Tiong Bu'u, Kecamatan Long Apari. (Humas Polsek Long Apari).