Di wilayah pedalaman Kalimantan Timur, langkah serupa juga dilakukan pada jalur darat yang menjadi penghubung utama antarwilayah.
Satunya diantaranya ruas jalan Tering–Long Bagun di Mahakam Ulu, tepatnya pada STA 62+150 hingga STA 71+175. Pada segmen tersebut, menyiagakan sejumlah alat berat dalam skema Disaster Relief Unit (DRU) guna mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas selama musim mudik.
Langkah ini diambil mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir berpotensi memengaruhi kondisi badan jalan, terutama pada segmen yang masih berupa tanah.
Project Manager PT Duta Mega Perkasa Alimudin menjelaskan, pengalaman di lapangan menunjukkan hujan deras sering memicu perubahan kondisi jalan secara cepat. Pasalnya, setiap kondisi hujan dengan intensitas tinggi, jalan tanah bisa berubah menjadi lumpur. Sehingga, muncul alur kerusakan dan genangan akibat aliran air yang cukup deras. "Karena itu kesiapan alat dan operator sangat penting agar penanganan bisa dilakukan cepat,” kata Alimudin.
Unit DRU sudah ditempatkan langsung di lokasi pekerjaan agar dapat segera digunakan saat dibutuhkan. Adapun alat berat yang disiagakan meliputi dua unit excavator, satu unit motor grader, satu unit vibratory roller, tiga unit dump truck, serta satu unit bulldozer.
Peralatan tersebut difungsikan untuk berbagai penanganan cepat seperti perataan badan jalan, penambahan agregat, hingga pembersihan drainase. “Kami sudah menyiapkan unit DRU di lapangan sehingga apabila terjadi kondisi darurat seperti jalan berlumpur, genangan air, atau kerusakan pada segmen tertentu, penanganan bisa langsung dilakukan tanpa menunggu mobilisasi alat dari luar,” tuturnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 1 Provinsi Kalimantan Timur Femy Arizona menambahkan, kesiapan peralatan ini merupakan instruksi langsung untuk memastikan jalur tersebut tetap dapat dilalui masyarakat.
Pihaknya memahami, ruas jalan ini merupakan jalur vital bagi masyarakat. Karena itu, selama arus mudik dan arus balik serta kondisi cuaca yang tidak menentu. "Ini jalur vital. Momen arus mudik saat ini, sangat penting untuk memantau kondisi jalan dan sistem drainase," kata Femy.
Selain itu, tim lapangan juga melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi jalan dan sistem drainase guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
Pengaturan lalu lintas sementara juga akan diterapkan apabila terdapat segmen yang sedang dalam proses penanganan, termasuk pada pekerjaan pembangunan jembatan dan box culvert. "Kami berharap, mobilitas masyarakat antara Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu selama periode mudik Lebaran dapat tetap berjalan lancar, meskipun proyek peningkatan jalan masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada 2027," tutup Femy.
Editor: Aspian Nur