Warga Barong Tongkok, Hanye, mengaku kecewa karena perbaikan yang dilakukan dinilai tidak bertahan lama. Ia menilai perusahaan pengangkut CPO belum sepenuhnya konsisten terhadap kesepakatan yang telah dibuat.
“Saya sebagai warga sangat kecewa. Sepertinya perusahaan yang mengangkut CPO melalui jalan nasional ini tidak konsisten dengan komitmen dan janji-janji mereka. Apalagi sebelumnya sudah ada perjanjian dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Dalam perjanjian tersebut, lanjutnya, disepakati setiap kerusakan jalan akan segera diperbaiki. Namun menurutnya, kondisi jalan saat ini kembali rusak dan membahayakan pengguna.
“Kalau sampai separah ini, seperti ada pembiaran. Tadi ada satu truk yang nyangkut sore ini,” katanya.
Ia memperkirakan kerusakan di titik tersebut sudah berlangsung sekitar satu bulan. Meski sempat dilakukan penimbunan dengan material batu, jalan kembali rusak setelah dilalui kendaraan bermuatan berat.
Persoalan jalan rusak di Simpang Raya sebelumnya sempat memicu aksi penutupan jalan oleh warga pada awal Januari 2026. Warga menuntut perusahaan segera merealisasikan komitmen perbaikan yang telah disepakati dalam rapat bersama pemerintah daerah dan pihak perusahaan.
Aksi tersebut kemudian berujung mediasi antara masyarakat, Pemkab Kubar, dan perwakilan perusahaan sawit. Dalam pertemuan itu, perusahaan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam perbaikan jalan yang dilalui angkutan CPO, melakukan penyiraman rutin untuk mengurangi debu, serta mematuhi ketentuan angkutan sesuai kelas jalan.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Kubar Frederick Edwin menerbitkan Surat Imbauan Nomor: 500.11/302/DISHUB-TU.P/I/2026 yang mengatur pembatasan Muatan Sumbu Terberat (MST) maksimal delapan ton bagi angkutan hasil perkebunan, galian C, dan barang umum. Jam operasional angkutan barang juga dibatasi hanya pada pukul 18.00 hingga 06.00 WITA.
Selain itu, perusahaan diwajibkan melakukan pemeliharaan rutin terhadap jalan yang digunakan, termasuk menambal lubang dengan agregat dan memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.
Warga berharap komitmen yang telah disepakati benar-benar dijalankan secara konsisten agar kerusakan jalan tidak terus berulang, mengingat ruas tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat, termasuk menuju fasilitas kesehatan.
Editor: Erwin