Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Wasbang Suwito bersama jajaran TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD. Para siswa tampak antusias mengikuti materi dan aktif dalam sesi tanya jawab.
Dalam pemaparannya, Kepala Wasbang Suwito menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Ia menyampaikan bahwa pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen terhadap NKRI harus terus diperkuat di lingkungan pendidikan.
“Generasi muda harus memiliki karakter yang kuat, nasionalis, dan berintegritas. Tantangan saat ini semakin kompleks, sehingga nilai kebangsaan tidak boleh luntur,” ujarnya.
Senada dengan itu, Danramil 04/Long Iram Kapten Arm Trisno menegaskan bela negara bukan hanya tugas aparat TNI, tetapi tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk pelajar.
“Bela negara bisa diwujudkan melalui kedisiplinan, semangat belajar, menjaga persatuan, serta menghormati perbedaan. Itu bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Dan SSK Kapten Inf Firdaus mengingatkan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu berbentuk fisik. Menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari ancaman nonmiliter seperti penyalahgunaan narkoba, radikalisme, hingga maraknya penyebaran hoaks di media sosial.
“Ancaman sekarang bukan hanya perang bersenjata. Narkoba, paham radikal, dan berita bohong bisa merusak masa depan generasi muda. Karena itu kalian harus cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh,” tegasnya di hadapan para siswa.
Ia juga memotivasi para pelajar untuk menjaga semangat gotong royong, menghormati guru dan orang tua, serta aktif dalam kegiatan positif di sekolah. Para siswa diingatkan agar bijak dalam menggunakan media sosial demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui program nonfisik TMMD ke-127 Wiltas ini, diharapkan nilai-nilai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari pelajar sebagai wujud nyata cinta tanah air.
Editor: Erwin