Korban bernama Tuyiq (40), warga Kampung Sebelang, Kecamatan Muara Pahu. Ia ditemukan sekitar pukul 07.51 Wita, dengan jarak kurang lebih dua kilometer dari titik awal yang diduga menjadi lokasi tenggelam.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kutai Barat, Bambang Pramudito, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia saat tim gabungan melakukan pencarian.
“Sekitar pukul 07.51 Wita korban berhasil ditemukan pada radius kurang lebih dua kilometer dari titik awal. Tim kemudian kembali ke posko sekitar pukul 08.25 Wita,” jelas kepada Korankaltim.com
Ia menerangkan, dalam operasi hari ketiga itu tim menggunakan satu unit speedboat BPBD Kubar, dua perahu karet masing-masing milik BPBD dan BASARNAS Provinsi Kalimantan Timur, serta dua ketinting milik masyarakat.
Unsur yang terlibat dalam pencarian terdiri dari BPBD Kubar, Polairud, Polsek Muara Pahu, Basarnas Provinsi Kalimantan Timur, serta masyarakat Kampung Muara Baroh dan Kampung Sebelang.
Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 10.00 Wita saat mencari ikan menggunakan alat setrum. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat melompat dari perahu ketinting dan melambaikan tangan sebelum akhirnya tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.
Kondisi arus Sungai Mahakam yang cukup kuat serta perubahan cuaca menjadi tantangan dalam proses pencarian. Namun berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur, korban akhirnya dapat ditemukan pada hari ketiga operasi.
“Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga, dan seluruh personel yang terlibat dalam pencarian bersiap kembali ke posko masing-masing,” pungkasnya.
Editor: Erwin