Waktu yang cukup panjang, sekitar empat jam, membuat kebakaran yang terjadi pada Selasa (17/2/2026) malam sekitar pukul 19.48 Wita baru berhasil dipadamkan melewat pergantian hari, Rabu (18/2/2026) dini hari pukul 00.30 WITA.
Koordinator Lapangan Pos Pemadam Kebakaran Melak Efendi menjelaskan, mereka menerima laporan kebakaran pada malam hari dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.
“Informasi awal api diketahui sekitar jam delapan kurang lima belas menit malam tadi. Unit berangkat menuju lokasi dan proses pemadaman serta pendinginan selesai sekitar jam setengah satu dini hari,” jelas Efendi kepada Korankaltim.com pagi ini.
Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat dari bagian belakang gudang penyimpanan barang bekas. Saat tim tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar dan membakar sejumlah material yang berada di dalam bangunan.
Adapun barang yang ikut terbakar diantaranya sebuat kendaraan dump truck (DT) roda 10 bermerek Iveco, sejumlah pupuk urea, drum oli, serta cocomesh atau jaring untuk penanaman. Hingga saat ini, total kerugian belum dapat disampaikan oleh pihak perusahaan.
Dalam proses penanganan, Damkar Pos Melak menurunkan tiga unit mobil pemadam. Selain itu, BPBD Kabupaten Kutai Barat turut membantu dengan mengerahkan unit tambahan. Tim gabungan yang terlibat di lapangan terdiri dari Damkar, BPBD, Polsek Melak, Babinsa, serta karyawan perusahaan.
Efendi mengakui material yang tersimpan di dalam gudang cukup mudah terbakar sehingga api cepat membesar. Namun berkat kerja sama tim di lapangan, api berhasil dikendalikan dan tidak sampai merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api. Situasi di lokasi telah dinyatakan aman dan aktivitas di sekitar area kejadian kembali terkendali.
Editor: Aspian Nur