Kepala Diskominfostandi Mahakam Ulu, Markus Wan, menjelaskan bahwa kabel fiber optik banyak tertanam di sepanjang jalur pembangunan jalan, sehingga kerap terdampak aktivitas alat berat.
“Karena kita mengejar progres jalan, sementara fiber optik ini memang banyak ditanam di jalur tersebut, jadi sering terjadi penggarukan oleh alat berat,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Meski demikian, ia memastikan gangguan tersebut tidak berlangsung lama. Dalam beberapa kejadian, sambungan berhasil dipulihkan kurang dari satu jam. “Tidak sampai satu jam sudah tersambung lagi,” katanya.
Markus menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden tersebut. Menurutnya, posisi kabel di dalam tanah tidak selalu terdeteksi saat proses pengerjaan, apalagi pada tahap cut and fill sebelum jalan benar-benar definitif.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah berkoordinasi melalui BPU agar operator alat berat lebih berhati-hati saat bekerja di sekitar jalur jaringan.
Ke depan, solusi permanen akan dilakukan dengan menanam kabel fiber optik di sisi semenisasi jalan yang sudah definitif. Dengan demikian, jaringan tidak lagi terdampak pengerjaan tanah atau perataan badan jalan.
“Harapan kita setelah jalan definitif selesai, semua kabel akan kita tanam rapi di pinggir semenisasi. Dengan begitu, tidak akan terjadi lagi gangguan seperti ini,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang dapat segera rampung sehingga konektivitas digital di Mahakam Ulu semakin stabil dan tidak lagi terganggu aktivitas konstruksi.
Editor: Erwin